Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pertemuan sejumlah menteri di kediaman Presiden Prabowo di Kertanegara turut membahas strategi ekonomi.

“Ke Kertanegara biasa, ngobrolin strategi ekonomi,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Menurutnya, jajaran menteri bersama Presiden Prabowo membahas banyak aspek perekonomian dalam pertemuan tersebut.

Namun, seluruh pembahasan masih dalam tahap diskusi sehingga ia belum mengungkapkan detail hasil rapat di kediaman presiden.

“Banyak macam-macam (yang dibahas). Tapi, masih didiskusikan,” ujar Purbaya.

Baca juga: Menkeu Purbaya ikuti arahan Presiden soal pengurangan anggaran MBG

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri di Jakarta, Minggu (14/6), untuk membahas hasil kunjungan kerja ke sejumlah negara yang menghasilkan adanya kepercayaan tinggi dan besarnya minat investasi masuk ke Indonesia.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan dia hadir dalam pertemuan di kediaman Kertanegara itu bersama dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Kemudian ada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria; serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Seskab Teddy Indra Wijaya, Presiden menerima laporan dari menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus kepala BPI Danantara terkait hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa dan Asia.

Baca juga: Purbaya belum hitung tambahan subsidi akibat pergeseran ke Pertalite

"Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional," kata Teddy Indra Wijaya.

Dia menjelaskan dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Rosan Roeslani untuk menyampaikan data positif tersebut secara terbuka kepada publik di Istana Merdeka pada Senin (15/6).

Langkah itu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah untuk menghadirkan informasi yang utuh dan berbasis fakta kepada masyarakat, ujar Teddy.

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.