Aimas (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menanam 5.000 bibit pohon melalui gerakan aman, sehat, resik, indah (Asri) sebagai upaya memperkuat aksi mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Papua Barat Daya Suardi Thamal di Aimas, Kabupaten Sorong, Senin, penanaman yang dipusatkan di Jalan Kontainer, Kabupaten Sorong merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan sekaligus wujud kepedulian terhadap masa depan generasi mendatang.
Baca juga: Papua Barat Daya optimalkan potensi hutan dukung agenda iklim nasional
"Setiap pohon yang kita tanam adalah simbol harapan dan kehidupan. Pohon-pohon ini kelak akan menghasilkan oksigen, menyerap karbon, menjaga sumber air, mencegah erosi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Menurut dia, gerakan Asri merupakan bagian dari gerakan nasional yang bertujuan memperkuat aksi iklim dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Ia mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya untuk menjadikan kegiatan menanam dan merawat pohon sebagai budaya yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam hari ini, tetapi dari seberapa banyak pohon yang dapat tumbuh dan memberikan manfaat di masa depan. Mari menanam hari ini untuk kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu mengatakan pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pegiat lingkungan, tetapi tanggung jawab kita semua. Jika ingin hidup sehat serta menikmati udara dan air yang bersih, salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan adalah menanam pohon," katanya.
Baca juga: WWF gandeng jurnalis suarakan aksi iklim berkeadilan di Tanah Papua
Baca juga: PBD tanam 36.000 mangrove sebagai aksi mitigasi perubahan iklim
Ia menjelaskan gerakan Asri melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI/Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, komunitas lingkungan, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum.
Menurut Julian, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan program pelestarian lingkungan dan pengendalian dampak perubahan iklim di Papua Barat Daya.
Dia berharap gerakan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.