Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkomitmen menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai Prioritas Nasional Tahun 2027.
“Kementerian Keuangan terus menjaga kinerja fiskal untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi melalui berbagai langkah strategis dalam rangka optimalisasi pendapatan, belanja yang berkualitas, dan pembiayaan yang inovatif,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.
Di tengah berlanjutnya ketidakpastian global, Kemenkeu terus mengoptimalkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
APBN juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program utama, yaitu Program Kebijakan Fiskal, Sektor Keuangan dan Ekonomi; Program Pengelolaan Penerimaan Negara; Program Pengelolaan Belanja Negara; Program Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara dan Risiko; serta Program Dukungan Manajemen.
Sementara dukungan diarahkan kepada sejumlah program prioritas nasional, antara lain penyelenggaraan Sekolah Rakyat, pemberantasan penyelundupan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan tiga juta rumah, peningkatan layanan kesehatan, hingga implementasi program mandatori biodiesel B50.
Baca juga: Ekonom: Fiskal dan moneter harus selaras hadapi tekanan harga BBM
Baca juga: HIPMI: Kenaikan harga Pertamax jaga kesehatan fiskal negara
Menkeu juga menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional hingga 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat.
Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 mencetak level 5,61 persen (yoy), inflasi terkendali, surplus neraca dagang berlanjut selama 72 bulan, serta cadangan devisa tetap memadai.
Pada sisi fiskal, realisasi pendapatan negara telah mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, belanja negara telah menyerap Rp1.365,4 triliun atau melonjak 34,4 persen (yoy).
Adapun pembiayaan terealisasi sebesar Rp379,4 triliun dengan tetap mengendalikan defisit dan utang pada batas aman dan terkelola.
Pemerintah pun terus menjaga peran APBN sebagai instrumen penting untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, serta mempertahankan momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan keberlanjutan fiskal.
Baca juga: Anggota DEN sebut kenaikan harga Pertamax untuk kurangi beban fiskal
Baca juga: Menkeu bidik penguatan rupiah semester II lewat sinergi fiskal-moneter
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.