Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya memetakan empat titik konsentrasi massa dalam aksi unjuk rasa yang digelar di wilayah Jakarta, Senin, yakni DPR/MPR RI, Bundaran HI - Dukuh Atas, Silang Monas dan kantor Badan Gizi Nasional.

​Untuk mengamankan jalannya penyampaian pendapat tersebut, sebanyak 6.675 personel gabungan disiagakan dan tersebar di titik-titik strategis yang telah dipetakan tersebut.

​"Polda Metro Jaya telah menyiapkan 6.675 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat. Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis guna menjamin keamanan peserta aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan di Jakarta, Senin.

​Budi merinci, kekuatan personel gabungan tersebut terdiri atas 6.165 anggota Polri, 500 personel TNI, dan 10 petugas Dinas Perhubungan. Pengamanan ketat ini dilakukan untuk memastikan aspirasi masyarakat berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu roda aktivitas publik.

​​Berdasarkan hasil pemetaan jajaran Polda Metro Jaya, kawasan gedung DPR/MPR RI menjadi titik dengan konsentrasi massa terbesar. Polisi memperkirakan jumlah peserta aksi di lokasi ini mencapai 300 hingga 400 orang.

Kemudian Bundaran HI - Dukuh Atas akan menjadi pusat pergerakan massa dari Aliansi Perisai, dengan estimasi jumlah peserta berkisar antara 80 hingga 100 orang.

Baca juga: Kapolda Metro minta personel amankan peserta aksi bawa alat berbahaya

Lalu, di Kawasan Silang Monas, aksi unjuk rasa di kawasan ikonik ibu kota ini diperkirakan akan diikuti oleh 40 hingga 70 peserta

Selanjutnya gedung Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi titik pemetaan keempat. Aksi di depan Kantor BGN ini diperkirakan bakal dihadiri oleh 40 hingga 50 orang peserta.

Budi menegaskan bahwa seluruh personel yang diterjunkan telah mendapat arahan langsung dari Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri untuk mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.

​"Petugas yang melaksanakan pengamanan harus sabar, humanis, dan tidak terprovokasi. Aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa harus dapat tersampaikan dengan aman dan damai," tuturnya.

​Pihak kepolisian juga menggarisbawahi bahwa aparat dilarang keras terpancing emosi, serta tidak diperbolehkan membawa maupun menggunakan senjata api selama mengawal jalannya demonstrasi.

​Budi menyatakan bahwa tugas aparat bukanlah untuk menghalangi hak warga negara dalam berpendapat, melainkan memastikan fasilitas publik dan keselamatan bersama tetap terjaga.

Selain pengamanan massa, petugas lalu lintas juga disiagakan di sekitar empat lokasi tersebut guna mengantisipasi kejenuhan dan kepadatan arus kendaraan.

Baca juga: Kapolda Metro perintahkan anggota kawal aksi unjuk rasa secara humanis

Baca juga: Polisi siagakan 5.955 personel amankan unjuk rasa di Jakarta

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.