Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu menggelar uji emisi karbon terhadap puluhan motor dan mobil di Gedung Mitra Praja, Jakarta, Senin, sebagai upaya dalam mencegah terjadinya pencemaran udara dari asap pembuangan kendaraan bermotor.
“Total hari ini 54 kendaraan bermotor mengikuti kegiatan uji emisi yang terdiri dari 33 kendaraan roda empat dan 21 unit kendaraan roda dua,” kata Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu Achmad Hariadi di Jakarta, Senin.
Menurut dia, uji emisi ini dilakukan terhadap kendaraan dinas, kendaraan pribadi ASN dan juga karyawan yang ada di Mitra Praja.
Kegiatan uji emisi tersebut merupakan aksi dari mitigasi dan antisipasi perubahan iklim, yang bertujuan untuk pengendalian pencemaran udara.
Ia menjelaskan pengendalian kualitas udara di Kepulauan Seribu dilakukan melalui berbagai upaya. Selain uji emisi, pihaknya menggencarkan program lain seperti penyemprotan eco-enzyme ke udara serta pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
“Nantinya layanan uji emisi ini akan dilakukan secara bergantian ke pulau-pulau berpenduduk,” kata dia.
Menurut Achmad, petugas akan membawa peralatan uji emisi ke setiap wilayah untuk memastikan seluruh kendaraan berbahan bakar fosil milik warga maupun instansi memenuhi standar emisi.
“Kegiatan ini merupakan salah satu usaha untuk menjaga dan mencemari udara di Jakarta menjadi lebih baik,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Pulau Pari Moh. Zaidan Waliulu mengatakan kegiatan uji emisi ini membantu pemerintah kabupaten dalam pengawasan emisi kendaraan pribadi.
"Dari hasil uji emisi kendaraan saya dinyatakan lulus dan menjadi tahu kondisi mesin mobil saya masih bagus dan tidak mencemari udara," kata dia.
Baca juga: 130 kendaraan jalani uji emisi gratis di Rusun Pasar Rumput
Baca juga: Sudin LH Jakut gelar uji emisi gratis di Kantor Walkot
Baca juga: DKI terus tingkatkan kepatuhan warga ikut uji emisi
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.