Jakarta (ANTARA) - Pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa menjadikan kemampuan membaca data sebagai salah satu senjata untuk bersaing pada Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026.

Ramadhipa mengatakan peningkatan itu membuat dirinya lebih mampu memberikan masukan yang jelas kepada mekanik, sehingga proses pencarian setelan motor berjalan lebih efektif dari satu sesi ke sesi berikutnya.

“Tahun ini saya lebih membaca data lebih detail. Jadi mekanik lebih mudah untuk setup motor saya. Setup motornya lebih clear dan data yang saya berikan ke mekanik juga lebih clear,” kata Ramadhipa dalam wawancara daring bersama Astra Honda, Senin.

Perkembangan tersebut turut terlihat dari capaian Ramadhipa pada awal musim ini. Setelah meraih podium ketiga pada balapan pertama putaran pembuka di Barcelona, pembalap berusia 16 tahun itu kemudian mencatat kemenangan perdananya di Kejuaraan Dunia Moto3 Junior saat tampil pada putaran Estoril, Portugal, Minggu (14/6).

Kemenangan di Estoril mengantar Ramadhipa naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan 51 poin. Pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior itu mendapatkan tambahan 25 poin dari Estoril dan kini berada di jalur persaingan papan atas Kejuaraan Dunia Junior Moto3 2026.

Baca juga: Rama peringkat dua klasemen Moto3 Junior 2026 usai menang di Estoril

Menurut Ramadhipa, kemampuan membaca kebutuhan motor menjadi hal penting dalam persaingan Kejuaraan Dunia Junior Moto3 yang berlangsung ketat. Setiap detail masukan dari pembalap dapat menentukan kenyamanan motor saat digunakan untuk bertarung di barisan depan.

Ia mengatakan pengaturan gearbox dan suspensi menjadi dua aspek yang sangat menentukan, terutama ketika pembalap harus berduel dalam ritme balapan yang rapat.

“Settingan gearbox paling menentukan karena buat fight. Gearbox dan setup suspensi itu sangat penting karena kenyamanan di atas motor juga sangat penting,” ujar Ramadhipa.

Ramadhipa menambahkan kebutuhan setelan motor dapat berbeda di setiap sirkuit. Faktor cuaca dan arah angin, kata dia, juga dapat memengaruhi pencarian setup, terutama ketika motor melaju di trek lurus.

“Kalau dari setup, suspensi tergantung sirkuit. Cuaca panas memengaruhi setup. Gearbox juga penting, angin juga penting terutama di trek lurus. Perbedaan arah angin memengaruhi gearbox,” kata dia.

Baca juga: Pebalap Indonesia, Kiandra Ramadhipa meraih podium perdana di RBRC

Pembalap binaan Astra Honda itu mengakui setiap pabrikan memiliki kelebihan pada sektor tertentu. Namun, ia mengatakan Honda tetap memiliki potensi kuat apabila tim mampu membaca data dengan tepat dan menemukan keunggulan motor pada setiap karakter lintasan.

“Pabrikan lain juga punya kelebihan di beberapa sektor. Tapi kami coba reset data agar kami juga punya kelebihan dan menemukan kelebihannya,” kata Ramadhipa.

Ramadhipa mengatakan proses tersebut menjadi bagian dari targetnya untuk terus meningkatkan performa sepanjang musim. Ia tidak ingin berhenti pada hasil yang sudah diraih, melainkan terus memperbaiki diri dari satu putaran ke putaran berikutnya.

“Target saya improve agar bisa meningkatkan performa untuk race-race berikutnya,” ujar Ramadhipa.

Baca juga: Kiandra mampu beradaptasi dengan motor Moto3 Junior 2026

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.