Jakarta (ANTARA) - Pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa membawa doa dan restu orang tua sebagai salah satu sumber ketenangan saat tampil di Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026.

Ramadhipa mengatakan ketenangan menjadi hal penting untuk menghadapi tekanan balapan, terutama ketika persaingan berlangsung rapat dan pembalap harus mengambil keputusan dalam waktu singkat.

“Kalau menenangkan diri, saya biasanya berdoa, shalat. Itu cara saya untuk menenangkan diri sebelum balapan,” kata Ramadhipa dalam wawancara daring bersama Astra Honda, Senin.

Pembalap 16 tahun itu mengatakan doa dan restu orang tua membuatnya lebih mampu mengontrol diri saat menghadapi tekanan di lintasan. Menurut dia, kesiapan mental tidak kalah penting dibandingkan kesiapan fisik dan teknis motor.

“Tentunya saya minta doa kepada orang tua saya, minta restu. Berdoa itu yang paling membuat saya tenang sebelum balapan. Itu yang membuat saya tetap bisa mengontrol diri,” ujar Ramadhipa.

Baca juga: Ramadhipa banyak belajar dari Veda dan Mario Aji

Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam perjalanan karier Ramadhipa. Ayahnya, Muhammad Yoki Arafat, dikenal dekat dengan dunia otomotif dan sehari-hari membuka bengkel, sedangkan ibunya, Lusiana Yunita, turut menjadi bagian dari perjalanan Ramadhipa sejak kecil.

Ramadhipa juga menyebut sang ayah sebagai sosok penting dalam kariernya. Ia mengatakan ayahnya merupakan orang yang selalu mendukung, mendorong, dan memotivasinya untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.

Kedekatan dengan keluarga itu membuat Ramadhipa selalu ingin tampil sebaik mungkin bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk membuat orang tuanya bangga.

“Kalau kenapa saya menyebut ayah, karena setiap balapan saya ingin membuat ayah saya bangga. Saya selalu ingin membuat ayah saya bangga setiap saya balapan,” ujar Ramadhipa.

Ramadhipa sebelumnya meraih kemenangan pada putaran kedua Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026 di Sirkuit Estoril, Portugal, akhir pekan lalu.

Baca juga: Ramadhipa tak jumawa usai menang di Moto3 Junior Estoril

Hasil tersebut mengantarnya naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan 51 poin, terpaut tujuh poin dari pembalap Italia Giulio Pugliese di puncak klasemen.

Meski berada dalam persaingan papan atas, Ramadhipa tidak ingin memberi tekanan berlebihan kepada dirinya sendiri. Ia memilih fokus menyelesaikan setiap balapan dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin sepanjang musim.

“Target saya cuma mau finis setiap race dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Saya tidak mau pressure diri saya sendiri,” kata Ramadhipa.

Selain mengandalkan doa dan dukungan keluarga, Ramadhipa menyebut latihan yang konsisten turut membantunya menjaga kepercayaan diri. Menurut dia, keyakinan di lintasan dibangun dari persiapan yang dilakukan sebelum balapan.

“Kepercayaan diri datang dari latihan. Ketika saya latihan maksimal dan terus improve, itu yang membuat saya percaya diri,” ujar Ramadhipa.

Baca juga: Strategi hemat ban bantu Ramadhipa menang di Moto3 Junior Estoril

Baca juga: Tak hanya balap, Ramadhipa juga asah kemampuan komunikasi publik

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.