Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memaparkan sejumlah upaya pemerintah untuk membangun dan mengembalikan kepercayaan publik di tengah dinamika perekonomian nasional.
"Presiden (Prabowo Subianto) tadi juga kembali menekankan beberapa hal yang menurut pendapat kami itu merupakan bagian dari upaya kita untuk memberikan kepercayaan- kepercayaan kepada pelaku-pelaku ekonomi, yang nanti ujungnya memberikan kepercayaan kepada masyarakat," kata Prasetyo dalam pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Prasetyo menuturkan Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya deregulasi untuk mempermudah perizinan sehingga iklim investasi dapat berkembang dan ekosistem ekonomi nasional menjadi lebih kompetitif.
Selain itu, Presiden juga menegaskan percepatan hilirisasi dan industrialisasi kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, yang juga merupakan anggota Satuan Tugas Hilirisasi dan Industrialisasi.
Menurut Prasetyo, penguatan nilai tukar tidak dapat dilepaskan dari kinerja ekspor dan impor. Kinerja perdagangan tersebut juga berkaitan dengan pelaksanaan program hilirisasi dan industrialisasi.
Hilirisasi dan industrialisasi diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap barang impor sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan kekayaan bangsa dan negara.
"Pada akhirnya kita berharap produk yang kita hasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi tadi dapat memberikan nilai tambah yang itu membawa penambahan kekayaan bagi bangsa dan negara kita," ucapnya.
Prasetyo mengatakan percepatan deregulasi serta hilirisasi dan industrialisasi menjadi dua hal yang mendapat penekanan dari Presiden, selain tumbuhnya kepercayaan investor asing terhadap penerbitan obligasi global yang dilakukan Danantara.
Prasetyo menambahkan stabilitas merupakan faktor penting yang dibutuhkan dalam iklim usaha.
Oleh karena itu, pemerintah mengajak masyarakat, pelaku pasar, dan pelaku ekonomi untuk bekerja sama dan bekerja keras guna memulihkan serta memperkuat perekonomian nasional.
"Mari kita semua kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh pelaku pasar, kepada seluruh pelaku ekonomi, mari bergandengan tangan kita bekerja sama, kita bekerja keras untuk mengembalikan atau memulihkan dan memperkuat ekonomi kita," katanya.
Pada kesempatan sama, Rosan menyatakan keberhasilan penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara Indonesia merupakan bukti bahwa investor asing masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap Indonesia.
Ia mengatakan PT Danantara Investment Management (DIM) telah menerbitkan obligasi internasional perdana senilai 1,5 miliar dolar Amerika Serikat.
Penerbitan obligasi itu memperoleh kepercayaan kuat dari pasar keuangan internasional, tercermin dari dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar 4,6 miliar dolar AS, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan.
"Ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini real ya," ujar Rosan.
Pewarta: Fathur Rochman/Maria Cicilia Galuh
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.