Jakarta (ANTARA) - Analis komunikasi politik Hendri Satrio mengapresiasi langkah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang turun tangan menjelaskan kenaikan harga Pertamax melalui Instagram Sekretariat Kabinet.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut berpendapat setidaknya ada upaya dari pemerintah untuk berkomunikasi dengan publik di tengah minimnya respons dari instansi teknis.

"Apa yang dilakukan Teddy itu meski bagus, tetapi itu minimum banget dan lagi-lagi Teddy yang pasang badan," kata Hensa sapaan akrabnya dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Ia menekankan kenaikan harga bahan bakar seperti Pertamax seharusnya dikomunikasikan secara verbal dan langsung kepada masyarakat, lengkap dengan konferensi pers yang menjelaskan alasan serta dampaknya secara rinci, sekaligus sebagai bentuk transparansi.

"Harusnya kenaikan Pertamax ini diumumkan secara lisan, ada konferensi persnya dan dijelaskan secara rinci mengapa harganya naik, apa dampaknya ke masyarakat," ujar Hensa.

Dalam unggahannya itu, Seskab menjelaskan Pertamax merupakan jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sehingga Pertamina menjualnya dengan harga yang mengikuti pergerakan harga minyak dunia.

Kendati demikian, sejak Pertamina menaikkan harga Pertamax dan varian BBM nonsubsidi lainnya, harga per liter BBM nonsubsidi di Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan BBM RON 92/95 di beberapa negara Asia Tenggara, misalnya Filipina, Laos, Thailand, Myanmar, dan Singapura.

"Pertamax adalah BBM nonsubsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia. Apa saja BBM bersubsidi? Pertalite dan Solar. Harga BBM subsidi tidak naik," kata Teddy.

Sejak harga minyak dunia naik imbas perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel, harga BBM bersubsidi tidak naik alias tetap pada harga Rp10.000 per liter untuk varian Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Solar.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax baru naik per 10 Juni 2026 dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Baca juga: Seskab: Pertamax BBM nonsubsidi, harganya ikut harga minyak dunia

Baca juga: Seskab pastikan fasilitas publik Jakarta siap digunakan pascademo

Baca juga: Pengamat nilai Teddy efektif koordinasikan program prioritas presiden

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.