Moskow (ANTARA) - Uni Eropa ke depan akan fokus untuk menghindari Selat Hormuz dalam jalur perdagangan dengan kawasan tersebut dengan cara mencari rute alternatif, demikian menurut Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Senin.

"Kami akan... mendiskusikan bagaimana mengurangi ketergantungan kami pada transit melalui Selat tersebut," kata von der Leyen dalam konferensi pers.

"Sebagai contoh, rute ekspor alternatif yang lebih tangguh dan menawarkan banyak pilihan telah dibuat, dan rute lainnya akan dibangun – contoh klasiknya adalah IMEC," ujarnya menambahkan, merujuk pada proyek Koridor Ekonomi India–Timur Tengah–Eropa yang sedang direncanakan.

Von der Leyen mencatat bahwa Uni Eropa sekali lagi melihat bagaimana ketergantungan mereka pada energi telah "dijadikan senjata", yang memicu diskusi mengenai cara-cara untuk mengurangi ketergantungan blok tersebut pada pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz.

Presiden Komisi Eropa tersebut menyambut baik pengumuman baru-baru ini terkait nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran, sembari menekankan bahwa "prioritas saat ini adalah implementasinya."

Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz harus dibuka kembali dan kebebasan navigasi harus dipulihkan tanpa pungutan biaya, seraya menambahkan bahwa hal tersebut sangat penting bagi stabilitas regional dan ekonomi global.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Uni Eropa berlakukan sanksi baru ke Iran soal kebebasan navigasi

Baca juga: EU: Selat Hormuz berada dalam situasi ganjil antara perang dan damai

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.