Jakarta (ANTARA) - Seorang perwira TNI Angkatan Darat menjadi personel TNI pertama yang menyelesaikan pendidikan di Royal Jordanian National Defence College (RJNDC) Yordania.
Siaran pers resmi Penerangan TNI AD yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan perwira tersebut adalah Kolonel Inf. Achmad Fikri Dalimunthe.
Ia menyelesaikan pendidikan di RJNDC sekaligus meraih gelar Master in Management and Strategic Studies dengan predikat Excellent.
RJNDC merupakan lembaga pendidikan pertahanan strategis di Yordania yang setara dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Indonesia.
Selama mengikuti pendidikan, Achmad Fikri bersama peserta lainnya mempelajari berbagai bidang, antara lain keamanan nasional, geopolitik, geostrategi, hubungan internasional, dan manajemen sumber daya nasional.
Para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai proses perumusan kebijakan serta pengambilan keputusan strategis dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Selain menyelesaikan pendidikan di RJNDC, Achmad Fikri termasuk dalam kelompok peserta yang mengikuti program magister. Dari total 146 peserta, hanya sekitar 70 orang yang mengambil program akademik tersebut dan berhak memperoleh gelar Master in Management and Strategic Studies.
Ia juga berhasil meraih Postgraduate Diploma in National Resource Management and Military Sciences (Diploma Pascasarjana Manajemen Sumber Daya Nasional dan Ilmu Militer).
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi Achmad Fikri untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam mendukung pengembangan organisasi TNI AD.
TNI AD juga berharap capaian ini semakin mempererat hubungan Indonesia dan Yordania, khususnya dalam kerja sama di bidang pendidikan dan militer.
Masa pendidikan RJNDC berlangsung selama satu tahun, sejak 29 Juni 2025 hingga 15 Juni 2026.
Pada tahun akademik tersebut, RJNDC diikuti 146 peserta yang terdiri atas 76 peserta asal Yordania dan 70 peserta internasional dari 13 negara sahabat, yakni Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, Mesir, Indonesia, Bahrain, Maroko, Pakistan, Amerika Serikat, Jerman, Nigeria, dan Tanzania.
Baca juga: TNI AD jelaskan alasan penertiban rumah dinas di Lenteng Agung
Baca juga: KSAD: TNI hanya bantu proyek yang tak terjangkau kementerian
Baca juga: KSAD sebut narasi TNI gusur SD untuk bangun KDMP tidak benar
Pewarta: Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.