Moskow (ANTARA) - Para pejabat Uni Eropa (UE) khawatir Presiden AS Donald Trump akan kembali mengambil alih kendali perundingan damai Ukraina tanpa melibatkan negara-negara Eropa, menurut laporan Politico, seperti dikabarkan RIA Novosti, Selasa (16/6).

Laporan itu menyebutkan langkah tersebut berpotensi menggagalkan strategi Eropa untuk mempertahankan tekanan maksimal terhadap Rusia.

Disebutkan pula, setelah tidak lagi disibukkan oleh krisis Iran, Trump kemungkinan akan kembali memusatkan perhatian pada perundingan damai Ukraina dan berupaya memegang kendali lebih besar atas proses tersebut.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Politico bahwa Trump ingin konflik tersebut segera berakhir dan tetap optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai.

Sebelumnya, asisten kepresidenan Rusia Yury Ushakov mengatakan bahwa Trump, dalam percakapannya dengan Presiden Vladimir Putin, menyatakan kesediaannya untuk memengaruhi para mitra Eropa dan Ukraina terkait penyelesaian konflik Rusia-Ukraina.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Jubir Putin tuding Ukraina akar masalah ketegangan Rusia dengan Eropa
Baca juga: Rusia sambut baik penolakan Hungaria kirim senjata ke Ukraina

Penerjemah: Katriana
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.