Madiun (ANTARA) - Minggu siang itu, tanggal 15 Juni 2026, sehari menjelang perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau 1 Suro dalam kalender Jawa, di Lapangan Lo Duwur, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, terlihat lebih ramai dari hari biasanya.

Tenda-tenda stan jualan berdiri hampir memenuhi lapangan. Lapak-lapak dadakan yang dibangun oleh warga sekitar berderet mengelilingi lapangan dengan aneka tulisan, "jual nasi sayur", "sedia nasi jotos", "jual nasi pecel", "sedia aneka minuman es teh, kopi, air mineral", dan lainnya.

Lapangan Lo Duwur berada di kawasan pusat padepokan silat Perguruan Setia Hati Terate (PSHT). Setiap momentum Suroan, lingkungan di Jalan Merak, Kota Madiun, tersebut selalu ramai. Warga sekitar selalu disibukkan dengan datangnya para pesilat anggota PSHT dari berbagai daerah untuk mengikuti acara "Sah-sahan warga baru" (pengesahan anggota baru). Kegiatan sah-sahan tersebut bisa berlangsung hingga beberapa hari, bahkan bisa hampir satu bulan.

Selain anggota Polri yang melakukan pengamanan, warga juga beraktivitas menyediakan lapak-lapak untuk berjualan makanan dan minuman. Warga juga menyediakan tempat parkir, yang tentu semua itu merupakan pendapatan tambahan. Belum lagi, warung, toko kelontong, tempat makan, hingga hotel di sepanjang Jalan Merak dan sekitarnya juga ramai dipenuhi para pesilat yang ingin memenuhi aneka kebutuhannya.

Tidak hanya di Lapangan Lo Duwur, di Lapangan Winongo di Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, juga memiliki kesibukan sama saat momentum Suroan. Lingkungan sekitar lapangan tersebut merupakan kawasan pusat padepokan Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW Tunas Muda) di Jalan Doho.

Setiap bulan Suro atau Muharram, mereka memiliki agenda Suran Agung, yang tahun 2026 ini digelar pada tanggal 28 Juni. Tradisi itu merupakan ajang silaturahmi, pelestarian budaya, atraksi pencak silat seni, hingga refleksi diri antara sesama anggota PSHW Tunas Muda.

Tingginya antusiasme para pesilat untuk mengikuti tradisi suroan tersebut yang jumlahnya mencapai ribuan orang, tentu memiliki manfaat ganda bagi warga sekitar. Utamanya dampak positif bagi perekonomian daerah.

Masyarakat memperoleh omzet tambahan, pedagang kaki lima dan UMKM berdenyut, kegiatan ekonomi kreatif bergeliat, bahkan hotel ikut penuh pesanan.

Sejumlah anggota pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda menampilkan atraksi pencak silat seni pada kegiatan Suran Agung 2025 dalam momentum 1 Suro atau Tahun Baru Islam 1447 Hijriah di pusat Padepokan PSHW Tunas Muda Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kota Madiun, Jatim. ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.