Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Indonesia Ruth Sahanaya melibatkan sang suami Jeffry Waworuntu dan sejumlah praktisi musik dalam merilis lagu tunggal (single) terbarunya yang berjudul "Pelangi".

Lagu yang telah dirilis pada 12 Juni itu mengusung genre musik pop perkotaan dengan gaya tahun 1980-an.

"Jeffry Waworuntu sebagai produser eksekutif," ujar Ruth dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Baca juga: "Ingin Kumiliki" Ruth Sahanaya dipopulerkan lagi oleh Tohpati-Meiska

​Penulisan lagu dilakukan oleh komposer Indra Iryawansyah. Sementara itu, Farrel Hilal bertindak sebagai produser musik dan Bowo Soulmate menjadi pengarah vokal selama proses rekaman di Studio 909.

​Proses produksi juga melibatkan Septa Suryoto pada instrumen tiup serta Rio Exondul sebagai teknisi vokal.

Urusan penyelarasan akhir audio dikerjakan oleh teknisi Dimas Pradipta di Studio Sumit.

Baca juga: Ruth Sahanaya kembali lewat rilis lagu "Sebaris Lirik Cinta"

Seluruh pengerjaan produksi ini menjadi persiapan bagi sang penyanyi sebelum merilis album mini (EP) terbarunya yang akan datang.

​Secara materi, lagu Pelangi merupakan kelanjutan cerita dari karya Ruth Sahanaya sebelumnya yang berjudul "Sebaris Lirik Cinta" (2025).

Lirik lagu tersebut dibuka dengan kalimat, "Hujan yang datang dan pergi/ Setia menitipkan pelangi/ Begitu pun dengan kamu/ Selalu buatku rindu."

Baca juga: Ruth Sahanaya akan gelar konser "Simfoni dari Hati" di Surabaya

Lirik tersebut, menurut Ruth, berbicara tentang harapan setelah hujan, tentang bagaimana cinta dalam bentuknya yang sederhana menjadi cahaya di tengah keraguan.

Pengemasan lirik yang berfokus pada perjalanan rasa ini mengajak pendengar untuk kembali percaya pada keindahan cinta dalam segala warnanya.

Saat ini, lagu "Pelangi" sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital.

Baca juga: Ruth Sahanaya menangis karena lagu "Rencana Bukan Bencana"

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.