Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi tidak ada laporan mengenai adanya desa yang terisolasi pascagempa bermagnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah dan belum ada pos pengungsian terpusat karena warga mengungsi mandiri dengan tenda terpal.

"Secara terpusat tenda pengungsian berskala besar yang dilengkapi dapur umum belum kita bangun. Masyarakat saat ini lebih banyak mendirikan tenda-tenda darurat sementara dari terpal di sekitar rumah masing-masing," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan bahwa pengungsian mandiri tersebut sebagian besar dipicu oleh faktor trauma psikologis, mengingat intensitas aktivitas gempa bumi susulan sejauh ini dirasa masih cukup signifikan.

Adapun sebagaimana pemutakhiran data yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdeteksi aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 118 kali dengan tren magnitudo yang terus mengecil pascagempa utama 6,7 magnitudo Selasa (16/6) siang itu, yang getarannya dirasakan di sejumlah wilayah Kota Palu, Kabupaten Poso, Sigi, dan Parigi Moutong.

Baca juga: BNPB tegaskan tidak ada tsunami pascagempa magnitudo 6,7 di Sulteng

Selain itu, Abdul juga memastikan pendistribusian tenda keluarga bagi warga yang rumahnya terdata mengalami kerusakan dengan kategori berat.

Menyangkut konektivitas wilayah, dia mengungkapkan bahwa jalur transportasi antarwilayah juga dipastikan tetap terhubung, meski struktur aspal pada jalan yang mempertemukan koridor Palu, Sigi, dan Poso dilaporkan sempat tertutup material longsoran.

Kerusakan tersebut diproyeksikan dapat tertangani secara cepat oleh Dinas Pekerjaan Umum setempat, karena badan jalan tidak amblas oleh longsor, sehingga ditargetkan dapat kembali dilalui oleh kendaraan umum dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan data yang masuk sampai dengan Rabu siang ini ada sekitar 1.834 kepala keluarga atau secara total dari data kependudukan itu sekitar 5.784 jiwa yang terdampak gempa dan sudah dalam penanganan petugas tim gabungan. Sementara dari jumlah tersebut ada satu meninggal dunia, yang luka ringan 73 orang, dan luka berat tiga orang.

"Luka berat ini yang berkaitan dengan tulang atau luka akibat reruntuhan struktur bangunan. Dengan rincian di Sigi itu ada 1.813 KK, Parigi Moutong 21 KK, di Palu itu ada dua luka ringan, dan Poso satu luka ringan," kata Abdul.

Baca juga: Pemerintah lakukan asesmen pastikan perkuliahan berjalan aman di Palu
Baca juga: BNPB jamin perbaikan rumah rusak akibat gempa di Sulawesi Tengah

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.