Sigi (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Torabelo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan sudah melakukan penanganan kegawatdaruratan terhadap warga berasal dari Kecamatan Nokilalaki dan Palolo, korban bencana gempa bumi, Selasa (16/6).

"Kami sudah melakukan tindakan-tindakan medis di kegawatdaruratan bagi korban bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi sejak hari pertama hingga saat ini," kata Direktur RSUD Torabelo Sigi dr Diah Ratnaningsih ditemui awak media di Sidera, Rabu.

Ia mengemukakan sebagian besar korban bencana gempa bumi yang ditangani di RSUD Torabelo berasal dari Kecamatan Nokilalaki dan Palolo.

"Masyarakat yang mengalami luka-luka akibat bencana itu dari Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki dan Palolo. Para korban bencana sudah ditangani oleh tim kegawatdaruratan dengan kondisi cedera kepala dan otak, serta patah tulang," ucapnya.

Dia menjelaskan sejumlah pasien anak dan bedah dilakukan perawatan di luar gedung atau tenda darurat bagian depan rumah sakit.

Baca juga: Evakuasi medis berjalan baik dan bantuan mulai tiba di Sulteng

Pasien lainnya, berjumlah 170 orang dirawat pada tenda darurat di belakang rumah sakit.

"Kalau yang berada di tenda darurat bagian depan rumah sakit untuk pasien anak-anak dan pasien bedah karena ruangannya berada di lantai dua sehingga lebih berisiko apabila jika terjadi gempa bumi susulan," katanya.

Ia mengatakan pihaknya masih menunggu imbauan dan petunjuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait dengan kondisi keamanan pasca-gempa bumi magnitudo 6,7 di daerah tersebut.

"Untuk saat ini karena belum ada keputusan dari BPBD apakah sudah aman atau belum. Kami hanya menjalankan prosedur yang sudah ada, jika sudah ada informasi bahwa dinyatakan aman maka kami akan memasukkan kembali pasien ke ruangannya masing-masing," kata dia.

Berdasarkan data BPBD Sulteng, 800 rumah mengalami kerusakan di Kabupaten Sigi, terdiri atas 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada dua kantor, 15 sarana ibadah, satu unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta satu jembatan penghubung Desa Kamora B dan Desa Tongoa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 mengguncang wilayah tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6), pukul 10.27 WIB.

BMKG menyebut episentrum gempa berada di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.

Baca juga: Menteri: Belum ada laporan kampus rusak signifikan akibat gempa Palu

Baca juga: Pemkot Palu buka akses Jembatan III terbatas untuk kendaraan ringan

Pewarta: Moh Salam
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.