Xining (ANTARA) - Hingga pukul 23.00 waktu setempat pada Selasa, satu orang dipastikan tewas dan delapan lainnya luka-luka setelah gempa bumi dengan magnitudo 6,3 mengguncang Prefektur Otonomi Mongolia dan Tibet Haixi di Provinsi Qinghai, China barat laut, menurut petugas penyelamat.

Para korban luka telah meninggalkan rumah sakit setelah menjalani perawatan, ungkap markas besar penyelamatan dan penanggulangan gempa di lokasi kejadian.

Ribuan warga, siswa, dan guru dari sekolah dasar, sekolah menengah, serta taman kanak-kanak setempat telah dievakuasi ke lima lokasi penampungan sementara, dengan kebutuhan pokok telah disediakan.

Foto udara yang diambil oleh drone pada 17 Juni 2026 menunjukkan lokasi relokasi sementara di dalam pusat budaya dan olahraga di Prefektur Otonomi Mongolia dan Tibet Haixi, Provinsi Qinghai, China barat laut. (Xinhua)

Objek-objek wisata setempat ditutup dan para wisatawan telah dievakuasi ke kota-kota tetangga.

Hingga saat ini, pasokan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah telah disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak, dengan lebih dari 1.000 petugas penyelamat dan hampir 200 unit kendaraan telah dikerahkan ke lokasi.

Gempa tersebut terjadi pada Selasa pukul 17.06 waktu setempat (16.06 WIB) di kedalaman 10 kilometer, dengan pusat gempa berada pada 37,80 derajat lintang utara dan 95,56 derajat bujur timur, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Pusat Jaringan Gempa Bumi China (China Earthquake Networks Center).

Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.