Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka memastikan pelayanan Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan optimal di Denpasar, Bali, menjelang peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 pada 29 Juni.

Isyana menyampaikan hal itu sekaligus untuk mendorong optimalisasi penggunaan kontrasepsi pascapersalinan sebagai upaya mewujudkan keluarga berkualitas.

"Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap keluarga itu terencana. Melalui pengaturan jarak kehamilan, seorang ibu bisa lebih fokus memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada bayinya dan dilanjutkan hingga usia dua tahun," ujar Isyana dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, Isyana menyatakan pihaknya terus mendorong pemanfaatan metode kontrasepsi pascapersalinan, khususnya metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang dinilai aman dan efektif bagi para ibu.

Isyana juga mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat Kota Denpasar dalam memanfaatkan layanan KB, khususnya pelayanan kontrasepsi pascapersalinan.

Hal tersebut terlihat dari antusiasme para akseptor yang datang secara sukarela untuk memperoleh layanan kontrasepsi, termasuk ibu yang baru satu hari pascamelahirkan dan langsung memilih menggunakan alat kontrasepsi guna merencanakan kehamilan berikutnya.

Melalui penguatan pelayanan KB pascapersalinan yang didukung sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan praktik bidan mandiri, Kemendukbangga berharap akses masyarakat terhadap layanan KB semakin meningkat.

"Upaya ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045," ucap Isyana.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukardiasih menilai penguatan pelayanan KB pascapersalinan merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pembangunan kependudukan di Kota Denpasar.

Berdasarkan Pendataan Keluarga Tahun 2025 (PK 25), Angka Kelahiran Total (TFR) Kota Denpasar tercatat sebesar 1,79 dengan capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) sebesar 49,7 persen.

"Optimalisasi peran fasilitas kesehatan dan praktik bidan mandiri perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kepesertaan KB di Kota Denpasar," ucap Ni Luh.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.