Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut sebanyak 25.344 pemandu wisata secara nasional telah mendapatkan sertifikasi kompetensi untuk menjalankan tugas di destinasi wisata.
"Jumlah pemandu wisata yang memiliki sertifikasi kompetensi kini telah mencapai lebih dari 25.000 orang secara nasional. Artinya semakin banyak sumber daya manusia pemandu wisata yang memiliki kompetensi yang diakui sesuai standar nasional sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas layanan dan keselamatan berwisata," kata Widiyanti dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu.
Widiyanti mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menaruh perhatian yang serius bagi aspek keselamatan dan keamanan berwisata di destinasi wisata.
Baca juga: Kemenpar tekankan pentingnya jaga keamanan Jakarta bagi wisatawan
Dalam data yang dijabarkan, jumlah operasi SAR pada 2025 naik menjadi 229 kasus, dari 2024 yang jumlahnya mencapai 181 kasus. Sementara secara Year to Date (YoT) untuk periode sejak 1 Januari sampai 14 Juni 2026 jumlah operasi SAR sudah menyentuh 111 kasus.
Sedangkan dari sisi jumlah korban, pada 2025 telah mencapai 384 orang, naik dari tahun sebelumnya yang ditemukan berjumlah 311 orang. Pada periode 1 Januari hingga 14 Juni 2026, terdapat 139 orang.
Oleh karena itu, Kemenpar menjadikan Keselamatan Berwisata sebagai salah satu program unggulan yang didorong secara masif tahun ini dan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.
"Aspek keselamatan pariwisata harus terus didorong dengan visi mencapai zero accident dan membangun 100 persen kepercayaan terhadap pariwisata Indonesia," kata Widiyanti.
Kementerian Pariwisata juga melakukan sebuah intervensi melalui melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia sektor pariwisata. Pada 2026, pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi difokuskan pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan melibatkan asosiasi dan masyarakat.
Menpar menyebut sebanyak 10 Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) telah dilaksanakan di lima lokasi dan mencapai target 700 peserta serta 23 sertifikasi kompetensi di 20 lokasi yang mencapai target 1.150 peserta. Kegiatan itu menjangkau lebih banyak peserta dibandingkan tahun 2025.
"Kegiatan ini mencakup pemandu wisata gunung, hiking, keselamatan wisata tirta, arung jeram, snorkeling, buah, ekowisata, bahkan juga memancing. Pelaksanaan diprioritaskan di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi," ucap dia.
Baca juga: Pengelola destinasi wisata diminta bersiap sambut liburan sekolah
Baca juga: Menpar: Daya tarik pariwisata nasional menguat di mata wisman
Baca juga: Perlunya memperkuat kompetensi pemandu pendakian di gunung
Baca juga: Hal-hal yang mesti diperhatikan wisatawan ketika hendak mendaki gunung
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.