Bogor (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan korban dan dampak bencana berjalan optimal.

Prasetyo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu, menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah.

Menurutnya, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," ujar Prasetyo.

Pemerintah, lanjut Prasetyo, telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan korban dan dampak bencana berjalan optimal.

Prasetyo menambahkan pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi pascagempa dan mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Ia menegaskan pentingnya masyarakat mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan otoritas terkait agar tidak mudah terpengaruh dengan berita-berita yang tidak bertanggung jawab.

"Pemerintah terus memberikan informasi kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah, tetap waspada apabila mengantisipasi kejadian gempa-gempa susulan," imbuh Prasetyo.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,1 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Rabu (17/6) pukul 01.29 WIB dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menyampaikan pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,33 Bujur Timur, sekitar 54 kilometer barat laut Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman lima kilometer.

BMKG menjelaskan gempa tersebut merupakan susulan dari gempa utama bermagnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6) siang di wilayah tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia/Genta Tenri Mawangi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.