Pemerintah mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh peserta didik, guru dan tenaga kependidikan
Sigi (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menghentikan kegiatan belajar mengajar pada seluruh satuan pendidikan seperti TK, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (SMP) pascagempa bumi di daerah tersebut.
"Jadi meliburkan kegiatan pembelajaran tatap muka di seluruh satuan pendidikan mulai tanggal 17 sampai dengan 18 Juni 2026," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigi Hadjar Modjo di Bora, Rabu.
Ia mengemukakan, keputusan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar tersebut dalam rangka menjamin keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan serta sebagai langkah antisipasi terhadap dampak gempa bumi di Kabupaten Sigi.
"Tentunya pemerintah mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh peserta didik, guru dan tenaga kependidikan," ucapnya.
Baca juga: Mensesneg: Pemerintah bergerak cepat untuk penanganan korban gempa
Menurut dia, saat ini Dinas Pendidikan Sigi sedang melakukan pendataan kondisi warga sekolah serta melaporkan dampak kerusakan sarana prasarana akibat gempa bumi.
"Masing-masing kepala sekolah bersama pihak terkait agar melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan sekolah sebelum kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan," sebutnya.
Hadjar menyebutkan seluruh peserta didik selama libur harus tetap berada di lingkungan yang aman dan berada dalam pengawasan orang tua selama masa liburan.
Berdasarkan data BPBD Sulteng, sebanyak 800 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa di Kabupaten Sigi, terdiri atas 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada dua unit kantor, 15 sarana ibadah, satu unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta satu jembatan penghubung Desa Kamora B dan Desa Tongoa.
Baca juga: Lanal Palu terjunkan Satgas dan bangun posko di Sigi pascagempa
Pewarta: Moh Salam
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.