Seoul (ANTARA) - Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korea Selatan (Korsel), Rabu, menyebut ekspor otomotif negaranya turun dua bulan berturut-turut pada Mei 2026 karena berkurangnya hari kerja dan gangguan produksi suku cadang otomotif.

Ekspor mobil pada Mei 2026 turun 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 5,83 miliar dolar AS (satu dolar AS sekitar Rp17.719), setelah mengalami penurunan 5,5 persen pada bulan sebelumnya.

Penurunan tersebut disebabkan oleh berkurangnya jumlah hari kerja serta kebakaran di salah satu pemasok suku cadang lokal yang mengganggu produksi otomotif.

Ekspor mobil ke Amerika Serikat (AS) menurun 2,9 persen menjadi 2,44 miliar dolar AS, dan pengiriman ke Uni Eropa (UE) susut 6,5 persen menjadi 783 juta dolar AS.

Pengiriman ke Asia anjlok dua digit menjadi 428 juta dolar AS pada bulan tersebut.

Permintaan terhadap kendaraan ramah lingkungan tetap kuat. Pada Mei, nilai ekspor segmen ini meningkat 9,9 persen secara tahunan menjadi 2,40 miliar dolar AS.

Kendaraan ramah lingkungan tersebut mencakup kendaraan listrik, kendaraan listrik sel bahan bakar (fuel cell electric vehicle/FCEV), kendaraan listrik hibrida, dan kendaraan listrik hibrida plug-in (plug-in hybrid electric vehicle/PHEV).

Jumlah kendaraan yang diekspor mencapai 230.072 unit pada Mei, turun 6,6 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Pengiriman suku cadang otomotif juga menyusut 3,0 persen menjadi 1,61 miliar dolar AS.

Jumlah kendaraan yang diproduksi di pabrik domestik menurun 8,2 persen menjadi 329.559 unit bulan lalu.

Jumlah mobil yang terjual di dalam negeri, termasuk kendaraan produksi lokal dan impor, mencapai 127.315 unit pada Mei, turun 10,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.