Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan mengatakan bahwa tempe yang merupakan makanan tradisional Indonesia terbuat dari kedelai yang difermentasi menjadi bukti daya tahan warisan budaya dalam perkembangan zaman.

“Tempe telah membuktikan daya tahannya dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar-akar nilai tradisional, terutama di tengah tren menuju pola makanan sehat,” ujar Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti dalam perayaan Hari Tempe Nasional di Jakarta, Rabu.

Selain itu, kata dia, tempe menjadi peluang ekonomi sekaligus memperkuat industri budaya serta mendukung kesejahteraan pertumbuhan ekonomi.

Tempe, kata dia, pada tahun ini tengah diajukan sebagai warisan budaya takbenda (WBTB) ke UNESCO selaras dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan, membangun ekonomi berkelanjutan.

Baca juga: Indonesia kenalkan tempe ke komunitas kuliner San Fransisco

Pengajuan tempe ke UNESCO sekaligus menjadi titik awal dalam pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan di tingkat nasional dan internasional.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Forum Tempe Nasional Hardinsyah mengatakan bahwa tempe memiliki nilai yang lebih dari sekadar aspek pangan dan gizi namun juga mengandung nilai sejarah, budaya, teknologi ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan serta keberlanjutan lingkungan .

“Budaya tempe dinilai merepresentasikan kearifan lokal Indonesia dalam mengelola pangan secara berkelanjutan serta menunjukkan bagaimana sebuah tradisi lokal dapat memberikan kontribusi terhadap solusi global terkait kesehatan, ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Ketua Umum Pergizi Pangan Ahmad Sulaiman menambahkan bahwa tempe bukan hanya sekadar produk pangan bergizi namun juga pengetahuan dan teknologi tradisional.

"Tempe sebagai salah satu budaya masyarakat, jadi tempe bukan hanya dianggap sebagai sebuah produk, melainkan keseluruhan pengetahuan dan teknologi tradisional praktik sosial budaya, nilai-nilai komunitas dan sistem pewarisan budaya yang hidup di masyarakat Indonesia," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia telah mengenal dan menerapkan teknologi fermentasi (bioteknologi) jauh sebelum bioteknologi modern yang dikenal dunia.

Baca juga: Resep membuat camilan sehat brownies tempe vegan

Baca juga: Menteri Kebudayaan menyebut tempe sebagai bagian dari tradisi

Baca juga: Tempe senjata diplomasi wujudkan RI jadi ibu kota kebudayaan dunia

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.