Beijing (ANTARA) - Jumlah pengguna narkoba baru di China yang berusia di bawah 35 tahun turun lebih dari 40 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2025, demikian disampaikan otoritas antinarkotika China pada Rabu (17/6), seraya menyebutkan adanya peningkatan kesadaran tentang risiko penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda.
Jumlah pengguna narkoba baru yang teridentifikasi di bawah usia 35 tahun merosot 41,6 persen dari setahun sebelumnya, ungkap Wei Xiaojun, seorang pejabat dari kantor Komisi Pengendalian Narkotika Nasional (National Narcotics Control Commission/NNCC) China, dalam sebuah konferensi pers.
Data tersebut diungkapkan di saat China mengintensifkan upaya untuk menekan angka kejahatan yang berkaitan dengan narkoba sekaligus mencegah penyalahgunaan zat terlarang di kalangan anak muda melalui kampanye penegakan hukum, edukasi masyarakat, dan kerja sama internasional.
Wei, wakil direktur eksekutif kantor tersebut sekaligus kepala biro pengendalian narkotika di bawah Kementerian Keamanan Publik China, menyebutkan bahwa otoritas antinarkotika China menyelesaikan sekitar 27.000 kasus pidana terkait narkoba pada 2025, menangkap 41.000 tersangka, dan menyita 33,5 ton narkotika.
Selama setahun terakhir, otoritas antinarkotika di seluruh China terus memperkuat manajemen komprehensif terhadap isu-isu yang berkaitan dengan narkoba, memajukan kerja sama antinarkotika internasional, dan mencapai kemajuan baru dalam upaya pemberantasan narkoba di China, ujar Wei.
Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.