Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Utara melatih 120 pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di wilayah tersebut untuk mendongeng yang bertujuan meningkatkan imajinasi anak-anak, membuat anak tertarik membaca serta meningkatkan literasi.

“Mendongeng menjadi salah satu cara efektif dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan,” kata Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pelatihan mendongeng ini merupakan kegiatan yang sangat penting dan relevan dalam upaya bersama membangun kualitas manusia sejak usia dini.

Hendra mengatakan mendongeng bukan sekadar hiburan, tetapi media pendidikan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral, membangun empati dan menumbuhkan imajinasi terhadap anak.

“Kegiatan mendongeng juga memperkuat karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing," kata dia.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kehadiran orang tua maupun pengelola RPTRA dalam menghadirkan ruang interaksi yang hangat, edukatif, dan penuh nilai menjadi semakin penting.

“Melalui cerita, anak-anak diajak berimajinasi, berpikir kreatif, sekaligus mempererat kedekatan emosional dengan orang dewasa di sekitarnya,” kata dia,

Pelatihan keterampilan mendongeng dengan tema "Membangun Imajinasi Anak Lewat Cerita" diikuti 120 pengelola RPTRA di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Kota Jakarta Utara.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi CSR Solidaritas Erlangga dengan Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kota Jakarta Utara dan Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Utara.

Sementara itu, perwakilan CSR Solidaritas Erlangga, Aulia, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan minat baca anak di Indonesia.

Menurutnya, Jakarta Utara menjadi wilayah kedua penyelenggaraan pelatihan setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta Timur.

Pelatihan kali ini menghadirkan pendongeng, penulis, sekaligus pelatih, Tri Sujarwo, yang membekali peserta dengan teknik mendongeng yang menarik, komunikatif, dan interaktif.

“Kami berharap keterampilan tersebut dapat diterapkan di RPTRA sebagai sarana meningkatkan minat baca, mengembangkan kreativitas, serta membentuk karakter anak melalui kegiatan yang menyenangkan,” kata Aulia.

Baca juga: Pemprov DKI tanamkan perizinan kepada anak lewat mendongeng

Baca juga: Hal-hal yang perlu diperhatikan orang tua saat mendongeng

Baca juga: Pendidikan karakter pada anak bisa dipupuk melalui dongeng

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.