Jakarta (ANTARA) - Kisah menarik terselip di balik produksi film layar lebar "Foufo" yang dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 9 Juli 2026.

Salah satu pemeran utamanya, Siti Kam, seorang ibu asal Pamekasan, memulai debut aktingnya di dunia film pada usia 63 tahun.

"Saya bangga, saya berterima kasih sekali sama Mas Bayu (Sutradara Bayu Skak) karena saya terpilih juga," ungkap Siti Kam saat menceritakan pengalaman keterlibatannya dalam proyek film besutan Skak Studios itu dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu.

Siti Kam bergabung dalam produksi setelah melalui proses verifikasi kemampuan yang dilakukan langsung oleh sutradara Bayu Skak.

Baca juga: 2.500 peserta ikuti pemilihan pemeran film "Foufo" di Surabaya

Meskipun awalnya terdapat rekomendasi pihak internal dari Mieke Shahir, sanak saudara Siti Kam yang ikut berperan dalam film "Foufo", Bayu Skak menegaskan bahwa keputusan akhirnya diambil setelah melihat langsung kemampuan akting sang ibu yang dinilai mampu membawakan adegan menangis secara spontan saat menjalani sesi seleksi.

Kehadiran Siti Kam dalam "Foufo", menurut Bayu, adalah penyempurna elemen drama keluarga yang menjadi inti cerita dari film tersebut.

Bayu mengatakan selama masa syuting, Siti Kam terus membuktikan kemahirannya menangis di depan kamera.

Ia mampu menyatu dengan jajaran pemeran lainnya dan menunjukkan totalitas saat harus beradu akting dengan Tretan Muslim, pemeran utama pria dalam film ini.

Bayu ingin keberhasilan Siti Kam menembus film layar lebar di usia yang tidak lagi muda dapat menginspirasi masyarakat di Indonesia agar tidak ragu mengambil peluang untuk berkarya di dalam negeri, yang terbuka jika kita memiliki kompetensi yang memadai.

Baca juga: "Toy Story" muncul dalam film pendek untuk kampanye kemanusiaan

Baca juga: Soundtrack "Garuda Di Dadaku" dinyanyikan oleh Quinn Salman

Baca juga: Film "Tanah Runtuh" ajak pahami cinta lewat sosok anak "down syndrome"

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.