Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi, Syarifuddin menyebut penguatan zakat produktif menjadi strategi krusial untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di tengah situasi krisis global saat ini.
"Potensi zakat sebagai alternatif untuk mendorong selain social safety net, ini harus didorong ke arah penguatan pemberdayaan. Zakat yang sifatnya pemberdayaan harus lebih diaktifkan agar dalam jangka panjang, apa pun kondisinya, mustahik itu tetap kuat," katanya seusai menghadiri seminar Islamic Economic Outlook 2026: Scenario & Strategic Options from Iran-US-Israel Regional Crisis di Jakarta, Rabu.
Syarifuddin menjelaskan, optimalisasi zakat produktif sangat mendesak dilakukan mengingat lesunya daya beli masyarakat serta melonjaknya harga barang telah memukul sektor riil secara signifikan.
"Sektor riil hampir kalau kita tanya, itu hampir semuanya mengeluh karena daya beli masyarakat kan semakin berkurang, kemampuan daya belinya berkurang, terus harga-harga semua mahal," lanjut dia.
Oleh karena itu, kata Syarifuddin, Baznas RI kini memprioritaskan digitalisasi sistem guna mengonsolidasikan kekuatan zakat nasional agar program pemberdayaan ekonomi tersebut berjalan lebih berdampak dan terukur.
Sementara itu, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard, mengatakan pemerintah Indonesia menekankan pentingnya membangun ketahanan ekonomi nasional melalui transformasi struktural demi menghadapi era ketidakpastian global yang kian kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas domestik.
Menurut dia, penguatan ekonomi Islam dan hilirisasi industri halal kini diposisikan sebagai pilar utama untuk mendorong kemandirian serta meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah internasional agar tidak sekadar menjadi penonton pasif.
"Ekonomi Islam bukan melulu soal identitas atau preferensi keagamaan. Ekonomi Islam menawarkan sebuah kerangka kerja yang menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan keberlanjutan," ucap Febrian.
Baca juga: Baznas luncurkan Balai Ternak perkuat ekonomi peternak mustahik Tegal
Baca juga: Baznas perkuat ekonomi santri lewat Santripreneur Klaster Fesyen 2026
Baca juga: Baznas inisiasi program Zmart dan Z-Auto untuk bantu mustahik di Bogor
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.