Beijing (ANTARA) - China akan menjadi tuan rumah Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (World Artificial Intelligence Conference/WAIC) 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Tata Kelola AI Global (High-Level Meeting on Global AI Governance) di Shanghai pada Juli tahun ini, kata seorang pejabat China pada Rabu (17/6).
"China berharap dapat menjadikan konferensi ini sebagai kesempatan untuk semakin memperkuat kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan semua pihak," kata Zhou Haibing, wakil kepala Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) China, dalam konferensi pers.
Tata kelola AI berdampak terhadap masa depan umat manusia dan merupakan isu bersama yang dihadapi oleh semua negara, kata Zhou. China menjunjung tinggi multilateralisme serta prinsip keterbukaan dan inklusivitas, serta secara aktif mendorong tata kelola global dan kerja sama internasional di bidang AI, seraya menyumbangkan solusi China untuk pembangunan global di era kecerdasan.
Ke depannya, China akan mengoordinasikan upaya pembangunan dan keamanan, secara aktif mempraktikkan multilateralisme, serta menjunjung tinggi prinsip yang berpusat pada manusia dan pengembangan AI untuk kemaslahatan bersama.
China juga akan memenuhi tanggung jawabnya sebagai negara besar, mengelola risiko, memperkuat pencegahan, menjajaki kerja sama dalam regulasi AI, dan bekerja sama dengan pihak lain untuk melindungi diri dari risiko keamanan AI, imbuhnya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.