Jakarta (ANTARA) - Director and Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Reski Damayanti menilai upaya membangun kedaulatan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia harus dimulai dengan membangun ekosistem pendukungnya terlebih dahulu mencakup pengembangan talenta, infrastruktur, hingga dukungan pemerintah.
Menurut Reski, Indonesia tidak bisa langsung menciptakan aplikasi AI tanpa kesiapan sumber daya manusia yang akan mengembangkan teknologi tersebut.
"Kita harus menciptakan suatu ekosistem AI dulu. Kita tidak bisa menyatakan bahwa Indonesia harus menciptakan aplikasinya kalau memang talentanya tidak siap dan ini harus berjalan beriringan," kata Reski dalam sesi diskusi acara Indonesia AI Ethics Summit di Jakarta, Rabu.
Sebagai contoh, ia menyoroti kebijakan Singapura yang memberikan insentif bagi perusahaan yang mengembangkan model AI dengan mempekerjakan tenaga ahli AI lokal.
Menurut Reski, dukungan pemerintah menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem AI nasional.
Baca juga: Indosat siapkan 25 ribu agen AI perkuat kinerja karyawan pada 2028
Selain pengembangan talenta, Reski menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur digital sebagai fondasi kedaulatan AI. Menurutnya, pengelolaan data AI secara berdaulat di dalam negeri dapat diwujudkan tanpa kesiapan infrastruktur pendukung seperti pusat data (data center).
"Kita tidak mungkin menerapkan bahwa data untuk sovereign AI harus ada di Indonesia kalau infrastrukturnya belum siap. Karena itu pembangunan infrastruktur harus benar-benar dipikirkan," ujarnya.
Reski menilai Indonesia memiliki keunggulan untuk menjadi pusat infrastruktur AI di kawasan, salah satunya ketersediaan lahan dan sumber energi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pusat data berskala besar.
Pembangunan pusat data yang dilengkapi unit pemrosesan grafis (GPU) membutuhkan kapasitas energi yang besar serta area yang luas.
"Indonesia punya keunggulan karena memiliki sumber energi yang cukup dan juga peluang untuk mengembangkan energi hijau. Ini harus dipertimbangkan untuk mendorong Indonesia menjadi salah satu penyedia infrastruktur terbesar," katanya.
Ia menegaskan pembangunan ekosistem AI tidak bisa dilakukan secara terpisah-pisah, melainkan harus berjalan secara bersamaan antara pengembangan talenta, infrastruktur, dan inovasi.
Reski menambahkan Indonesia perlu mulai memanfaatkan seluruh potensinya untuk membangun kapasitas teknologi yang memadai agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi penyedia teknologi di masa depan.
"Kita harus mulai berpikir bagaimana kita punya kekuatan dari segi alam, dari segi power, dan kita punya kekuatan dari segi people, orang kita banyak. Jangan sampai orang kita yang banyak ini hanya disuruh belanja terus tanpa kemudian kita bangun infrastruktur," ujarnya.
Baca juga: CBI dan Indosat perkuat kolaborasi dukung penilaian kredit inklusif
Baca juga: Indosat meminta maaf dan menarik iklan IM3 terkait zakat
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.