Peran orang tua sangat vital untuk memastikan nilai-nilai 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini benar-benar diterapkan dan menjadi kebiasaan yang baik dalam keseharian

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan implementasi gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) turut memperkuat pendidikan karakter murid pada Satuan Pendidikan Non-Formal (SPNF), termasuk sekolah rumah (home schooling) yang terafiliasi dengan PKBM.

Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen I Gusti Made Ardana mengatakan pada sekolah rumah, lingkungan keluarga menjadi sumber kebiasaan pertama dan utama yang akan dilihat dan ditiru oleh para murid.

“Lingkungan keluarga bukanlah sekedar sebuah lembaga, melainkan tempat di mana pembiasaan baik pertama kali dihidupkan dan dicontohkan. Peran orang tua sangat vital untuk memastikan nilai-nilai 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini benar-benar diterapkan dan menjadi kebiasaan yang baik dalam keseharian,” kata I Gusti Made Ardana dalam webinar bertajuk "Solusi Seri Praktik Baik Penerapan 7 KAIH di Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF)" di Jakarta pada Kamis.

Sebagai bagian dari satuan pendidikan, ia mengatakan SPNF memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian serta keterampilan sosial para peserta didik melalui metode pembelajaran yang lebih adaptif, fleksibel, dan kontekstual.

Baca juga: Kemendikdasmen perkuat pendidikan inklusif SLB lewat 7 KAIH

Karena itu, lanjutnya, home schooling yang terafiliasi dengan PKBM harus aktif melibatkan peran orang tua, mengingat seluruh aktivitas pembelajaran para murid dilakukan dari dalam rumah.

“Upaya dari satuan pendidikan tentu harus berjalan beriringan dengan keterlibatan aktif para orang tua, dimana keluarga memegang tanggung jawab moral yang paling mendasar dalam pembimbingan anak-anak. Kami sangat berharap seluruh SPNF bersinergi dengan para orang tua dapat mengimplementasikan 7 KAIH,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, praktisi sekolah rumah dari Rumah Belajar 4 Jagoan Mila Fitrina mengatakan implementasi 7 KAIH tidak hanya membutuhkan penerapan yang dilakukan secara sadar dan berkesinambungan, namun juga pencatatan jurnal yang konsisten sehingga penerapannya dapat terukur.

Baca juga: Membangun kedaulatan karakter di era algoritma

Ia pun menilai implementasi 7 KAIH pada sekolah rumah sangat diperlukan, mengingat rumah adalah lingkungan belajar yang utama dan pertama sehingga orang tua berperan menjadi guru utama sekaligus teladan bagi para murid.

“Dari pembiasaan itu akan menjadi kebiasaan, dari kebiasaan menjadi karakter, dan dari karakter akan tercipta peradaban sehingga pembentukan karakter itu tercipta melalui ritme aktivitas sehari-hari hingga nanti menjadi ritme keluarga,” katanya.

Sebagai informasi, Gerakan 7 KAIH yang digagas oleh Kemendikdasmen meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal.

Baca juga: Kemendikdasmen dukung implementasi PP Tunas lewat gerakan 7 KAIH-3S

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.