Manusia-manusia yang sudah berjuang keras, apalagi selama bertahun-tahun, tidak layak pulang dengan wajah tertunduk

Jakarta (ANTARA) - Kisah-kisah soal tim nasional Yordania menyembul setelah mereka kalah 1-3 dari Austria pada laga Grup J Piala Dunia 2026 di Stadion San Francisco Bay Area, Amerika Serikat, Rabu (17/6) pagi WIB.

Mari mengawalinya dengan kisah tentang bagaimana perjuangan Yordania hingga dapat menjalani debut di Piala Dunia. Ya, pertandingan kontra Austria merupakan pertandingan pertama Yordania di turnamen empat tahunan tersebut setelah berpuluh tahun mencoba peruntungan demi lolos dari fase kualifikasi.

Untuk mengunci satu tempat di Piala Dunia 2026, Yordania memperlihatkan performa mengesankan di kualifikasi zona Asia dengan hanya tiga kali kalah dari 16 pertandingan putaran kedua dan ketiga. Mereka sukses menorehkan kemenangan pada delapan laga dan sisanya berakhir seri.

Bukan cuma itu, Yordania pun memamerkan ketajaman dengan membuat 32 gol atau rata-rata dua gol pada setiap laga kualifikasi tersebut.

Melaju ke Piala Dunia 2026, Yordania mengakhiri penantian selama 40 tahun atau sejak keterlibatan mereka pada kualifikasi Piala Dunia 1986.

Yordania memperlihatkan pula bagaimana mereka bangkit setelah menelan kekecewaan besar pada kualifikasi Piala Dunia 2014. Kala itu, hanya tinggal menghadapi Uruguay di playoff antarkonfederasi pada dua leg untuk melaju, Yordania justru keok.

Yordania yang saat itu dalam motivasi tinggi kalah dengan agregat 0-5 dari Uruguay yang diperkuat pemain-pemain tenar seperti Diego Forlan, Edinson Cavani, Luis Suarez dan Diego Godin.

Namun, tidak salah kalau timnas Yordania dijuluki Al-Nashama atau Para Kesatria. Frustrasi yang datang silih berganti tidak membuat mereka kehilangan kekuatan dan harapan. Pelan-pelan, Yordania bangkit dari kegelapan.

Keberhasilan Yordania lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi buah dari upaya mereka menghasilkan satu generasi emas sepak bola yang mulai unjuk gigi pada tahun 2023.

Generasi ini, yang terdiri atas pemain-pemain seperti Yazan Al-Naimat, Mousa Al-Tamari, Ali Olwan, Mohammad Abu Hasheesh, Abdallah Nasib dan Ibrahim Sadeh secara mengejutkan sukses membawa Yordania menjadi runner-up Piala Asia 2023, pencapaian yang belum pernah diraih sepanjang keikutsertaan mereka di kompetisi tersebut. Sebelumnya, prestasi terbaik Yordania di Piala Asia adalah masuk ke perempat final pada 2004.

Mereka juga berandil besar saat membawa Yordania untuk pertama kalinya merebut status runner-up Piala Arab tahun 2025. Penyerang Yordania Ali Olwan bahkan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen itu dengan enam gol.

"Saya selalu menyampaikan bahwa kami akan menjadi generasi terbaik dalam sejarah Yordania ketika mencapai sesuatu yang signifikan. Kami sudah melakukannya dengan mencapai final Piala Asia untuk pertama kali (tahun 2023-red)," ujar Olwan seperti tertulis dalam web FIFA.

Trio of terror

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.