Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan proses pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berjalan secara inklusif, terintegrasi, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

"Melalui sinergi lintas sektor, pemerintah berupaya memastikan setiap program rehabilitasi dan rekonstruksi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempercepat kebangkitan daerah terdampak menuju kondisi yang lebih tangguh dan berdaya," kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Kamis.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri rapat menteri bertajuk "Tim Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat", di Jakarta.

Ia mengatakan percepatan pemulihan ekonomi masyarakat merupakan fondasi penting dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga harus memastikan masyarakat dapat kembali berusaha, bekerja, dan memperoleh penghidupan yang layak. Pemulihan ekonomi rakyat harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik," kata Muhaimin Iskandar.

Pihaknya mencatat pemulihan UMKM di tiga provinsi tersebut menunjukkan perkembangan yang baik, terutama pada sektor warung, kedai, restoran, dan kafe yang kembali beroperasi dan melayani masyarakat.

Ia memastikan proses pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemulihan kehidupan dan penghidupan masyarakat terdampak.

Dalam rapat tersebut, pemerintah mengevaluasi perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berbagai capaian telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Ketersediaan bahan bakar minyak, elpiji, jaringan internet, dan pasokan listrik secara umum telah kembali pulih. Dukungan layanan internet melalui Starlink juga telah membantu menjaga konektivitas di sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi.

Pemerintah juga mencatat kemajuan dalam penanganan sektor perumahan. Lebih dari 170 ribu rumah terdampak telah memperoleh berbagai bentuk bantuan, mulai dari bantuan perbaikan rumah, bantuan perabotan, stimulan ekonomi, jaminan hidup, hingga dana tunggu hunian.

Selain itu, pembangunan hunian sementara hampir seluruhnya telah selesai sehingga seluruh penyintas telah keluar dari tenda pengungsian.

"Meski demikian, sejumlah tantangan masih memerlukan perhatian bersama. Pemulihan sektor pertanian dan perikanan menjadi fokus utama karena berkaitan langsung dengan sumber penghidupan masyarakat," tuturnya.

Selain itu, pemerintah terus mempercepat pembangunan sarana air bersih dan sanitasi melalui pembangunan mandi, cuci, kakus (MCK) dan sumur bor dengan dukungan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, serta Satgas.

Sebagian besar kebutuhan air bersih masyarakat telah terpenuhi meskipun penyelesaian sejumlah sumur bor masih berlangsung.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.