Palu (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Polres Sigi menurunkan 190 personel gabungan untuk membantu penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong pada Selasa (16/6).
“Polda Sulteng bersama Polres Sigi telah mengerahkan 190 personel gabungan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Kecamatan Palolo. Personel disiagakan di sejumlah titik yang mengalami dampak cukup parah guna memberikan bantuan kemanusiaan, pengamanan, serta memastikan proses penanganan darurat berjalan dengan baik,” kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono di Palu, Jumat.
Ia mengatakan personel gabungan tersebut disebar di sejumlah wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, yang terdampak cukup parah untuk melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana sejak 16 hingga 20 Juni 2026.
Ia menjelaskan kehadiran personel kepolisian difokuskan untuk membantu evakuasi warga, pendistribusian bantuan kemanusiaan, pengamanan lokasi terdampak, pelayanan kesehatan, hingga mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat pascagempa.
Menurut dia, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana dan pemulihan kehidupan warga terdampak.
Selain itu, personel juga melakukan patroli dan pemantauan situasi guna mengantisipasi gangguan keamanan serta memastikan distribusi bantuan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Kabid humas menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan maksimal selama masa tanggap darurat hingga kondisi masyarakat kembali normal.
“Kami akan terus hadir mendampingi masyarakat yang terdampak. Seluruh personel yang bertugas di lapangan diperintahkan untuk mengedepankan pelayanan kemanusiaan, memberikan rasa aman, serta membantu kebutuhan warga selama proses pemulihan berlangsung,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh upaya penanganan bencana diharapkan dapat berjalan lancar, cepat, dan efektif, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan gotong royong dalam membantu warga terdampak.
Sebelumnya BMKG melaporkan peristiwa gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulteng, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.
Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat bencana yang berlangsung selama 14 hari terhitung mulai 17 hingga 30 Juni 2026.
Berdasarkan data BPBD per 18 Juni jumlah masyarakat terdampak di Sigi mencapai 2.109 Kepala Keluarga (KK) atau 6.412 jiwa, kemudian fasilitas umum mengalami kerusakan sebanyak 84 unit seperti sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, puskesmas dan jaringan air bersih.
Selain itu jumlah rumah rusak bertambah menjadi 1.652 unit terdiri atas rusak ringan 1.472 unit, rusak sedang 111 unit, dan rusak berat 69 unit yang tersebar di 38 desa.
Baca juga: Kementerian PU gerak cepat lakukan penanganan pascagempa di Sulteng
Baca juga: Menko IPK tekankan percepatan pemulihan infrastruktur pascagempa Palu
Baca juga: Brimob Polda Sulteng bantu korban gempa di Sigi
Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.