Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 2025 telah menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp4,96 triliun.
Nilai tersebut berasal dari peningkatan kunjungan wisatawan, pergerakan sektor transportasi dan akomodasi, perdagangan, serta berbagai aktivitas usaha yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di daerah. Capaian ini menunjukkan MotoGP Mandalika telah memberikan kontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah berbagai ajang internasional.
"Penyelenggaraan event ini menunjukkan kepercayaan dunia internasional. Tidak semua negara yang mampu bayar juga dipercaya menyelenggarakan event, itu kuncinya," kata Susiwijono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Keberlanjutan penyelenggaraan MotoGP selama lima tahun berturut-turut, lanjutnya, mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan dunia internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam menggelar perhelatan berskala global.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan sport tourism dan sport industry merupakan sektor yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kita percaya dalam mendorong daripada sport tourism dan sport industry, yang salah satunya bagaimana berbagai pihak, baik pemerintah, private sector, dan juga masyarakat, kita semua spending sama-sama untuk pertumbuhan daripada ekonomi," ujar Erick.
Sementara dari sisi daerah, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri mengatakan MotoGP telah memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat, termasuk melalui keterlibatan lebih dari 600 pelaku UMKM dalam berbagai aktivitas pendukung acara.
Kehadiran gelaran itu turut memperkuat daya tarik Mandalika dan destinasi wisata lainnya di Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus membuka peluang investasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Senada, Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati yang menegaskan wisata olahraga sudah berkembang menjadi industri yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan.
Selain menghasilkan dampak ekonomi hingga triliunan rupiah, penyelenggaraan MotoGP juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekosistem pariwisata dan olahraga yang berkelanjutan.
Adapun Indonesia akan kembali menyelenggarakan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9-11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan sejak pertama kali digelar pada 2022, ajang balap motor kelas dunia tersebut terus berkembang menjadi salah satu agenda wisata olahraga terbesar di Indonesia yang memberikan dampak bagi perekonomian dan pariwisata nasional.
Baca juga: Menpora sebut MotoGP Mandalika 2026 perkuat sport tourism kelas dunia
Baca juga: ITDC pastikan Sirkuit Mandalika sesuai standar FIM jelang MotoGP 2026
Baca juga: ITDC: Kondisi investasi di Mandalika kondusif dan bergerak
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.