Kota Bandung (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bandung menyalurkan bantuan cadangan pangan pemerintah berupa beras dan minyak goreng kepada satu juta lebih keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Bandung Raya.

Pimpinan Bulog Cabang Bandung Yanto Nurdianto mengatakan program bantuan tersebut mencakup penyaluran beras medium sebanyak 21.000 ton yang akan disalurkan kepada masyarakat penerima bantuan pangan.

“Untuk bantuan pangan yang saat ini disalurkan Bulog, kami menyalurkan dua alokasi sekaligus yaitu alokasi Februari dan Maret. Jadi satu KPM mendapatkan 20 kilogram dan 4 liter minyak goreng,” kata Yanto di Bandung, Senin.

Yanto menyebut untuk penyaluran bantuan tersebut untuk wilayah Bandung Raya yang mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

Baca juga: Realisasi penyaluran Bantuan Pangan di Jakarta-Banten capai 99 persen

Lebih lanjut, kata dia, sebelum disalurkan kepada KPM, beras bantuan pangan tersebut telah melewati proses pengecekan kualitas yang ketat saat proses pendistribusian beras tersebut.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk melapor jika menemukan atau mendapatkan beras yang tidak layak konsumsi.

“Saya jamin layak konsumsi. Saya sendiri melakukan monitoring langsung ke gudang dan memastikan bahwa beras yang disalurkan kepada masyarakat harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan,” katanya.

Baca juga: Bulog Sumut jamin ketersediaan Minyakita di pasar untuk masyarakat

Ia menambahkan, jadwal distribusi telah disosialisasikan ke seluruh daerah di Bandung Raya dan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026.

“Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.