Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memantau pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Jakarta Selatan guna memastikan proses penerimaan peserta didik berjalan transparan dan bebas dari praktik kecurangan maupun pungutan liar (pungli).

"Kedatangan tim KPK tentunya memastikan SPMB bisa berjalan dengan lancar dan tentunya bebas dari fraud, kecurangan ataupun pungli," kata Kasubag Tata Usaha Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan Rosmiati saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Rosmiati mengatakan tim KPK melakukan kunjungan ke sejumlah posko sekolah dan posko kota yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan.

Dia menjelaskan Posko SPMB Jakarta Selatan Wilayah II yang berada di SMAN 70 Jakarta menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi tim pengawas.

Selain melakukan pemantauan, pihak penyelenggara juga menerapkan pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga proses penerimaan murid baru agar berlangsung sesuai aturan.

"Kita menyikapi itu secara komitmen membuat satu pakta integritas. Bisa baca di depan itu komitmen bersama kita bahwa insyaAllah bebas semua layanan kita," ucap dia.

Menurut dia, seluruh layanan yang diberikan kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui saluran daring, tidak dipungut biaya.

Pelaksanaan SPMB di Jakarta Selatan melibatkan posko sekolah di masing-masing satuan pendidikan serta satu posko kota di setiap wilayah pendidikan.

Selain melayani masyarakat secara tatap muka, posko juga membuka layanan melalui WhatsApp, telepon, Instagram, dan siaran langsung TikTok untuk membantu masyarakat memperoleh informasi terkait proses pendaftaran.

Pemerintah berharap pengawasan dari berbagai pihak dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB serta meminimalkan potensi pelanggaran selama proses berlangsung.

Posko Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta Selatan (Jaksel) yang berpusat di SMAN 70 Jakarta telah menangani sebanyak 1.294 aduan masyarakat selama pelaksanaan SPMB 2026.

Selain melayani aduan secara langsung, posko tersebut juga menerima pertanyaan dan konsultasi melalui layanan daring. Dalam sehari, layanan WhatsApp dapat menerima sekitar 400 hingga 500 pesan, sedangkan layanan telepon di bawah 100 panggilan.

Sementara itu, jumlah pengunjung yang datang langsung ke posko tercatat sekitar 100 hingga 150 orang per hari selama masa pendaftaran.

Baca juga: Pemkot Makassar tambah verifikator di sekolah favorit pada SPMB 2026

Baca juga: Warga Koja protes sistem zonasi sekolah dalam SPMB

Baca juga: Orang tua murid di Jaksel keluhkan aturan Desil di jalur afirmasi SPMB

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.