Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa para warga penyintas bencana banjir-tanah longsor di wilayah Provinsi Aceh mengapresiasi gerak cepat pemerintah dalam merealisasikan percepatan pembangunan rumah hunian tetap (huntap) in situ.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa kepastian pemenuhan kebutuhan hunian layak tersebut sekaligus dibarengi dengan penyaluran paket bantuan logistik sembako bagi masyarakat setempat.

"Selain meninjau progres kemajuan konstruksi rumah di lapangan, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan sembako untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan dasar warga di titik lokasi Kualasimpang dan Peureulak Barat," kata dia.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat, hingga saat ini pihaknya telah menerima usulan pembangunan sekitar 15.000 unit huntap in situ (di atas lahan milik warga sendiri) yang berasal dari tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dari jumlah tersebut, sekitar 800 hingga 900 unit rumah telah dibangun secara serentak, sementara hampir 400 unit di antaranya telah selesai dibangun.

Untuk itu, Abdul memaparkan salah satu penerima manfaat bantuan pembangunan huntap, Nurbayti (64), warga Desa Sriwijaya, Aceh Tamiang, Aceh menyatakan sangat terbantu setelah rumahnya yang rusak berat dibangun kembali secara permanen.

Nurbayti, kepada petugas BNPB mengaku bersyukur karena setelah hampir tiga bulan terpaksa bertahan menempati fasilitas rumah hunian sementara (Huntara), dirinya bersama keluarga dapat segera pindah dan menempati rumah baru yang lebih aman dalam waktu dekat.

Ungkapan senada disampaikan oleh Muhammad Fuad (35), penyintas banjir asal Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, yang menilai skema percepatan rehabilitasi sektor pemukiman dari pemerintah berjalan sangat efektif.

Fuad yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi elektronik tersebut menuturkan bahwa kondisi bangunan rumah tipe 36 yang disediakan oleh pemerintah saat ini strukturnya jauh lebih baik, kokoh, dan nyaman jika dibandingkan dengan hunian miliknya yang terdahulu.

"Alhamdulillah bangunan ini jauh lebih bagus dan nyaman. Sebelum hunian sementara jadi, saya sempat menumpang di rumah mertua. Kehadiran huntap ini menjadi harapan baru bagi keluarga kami untuk kembali menjalani kehidupan secara normal," kata Fuad.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.