Jakarta (ANTARA) - CATL memperkenalkan sistem penyimpanan energi Tener Sodium-Ion dengan masa pakai sampai 15.000 siklus dan ketahanan hingga 30 tahun pada acara peluncuran produk di Munich, Jerman, Senin (22/6).

Menurut siaran CarNewsChina pada Senin, sistem penyimpanan energi yang dikembangkan oleh produsen baterai asal China itu memiliki arsitektur modular penuh dengan kapasitas energi terukur melebihi 30 MWh.

Setiap modulnya memiliki bobot kurang dari 42 ton, memungkinkan pembangunan penyimpanan berkapasitas 1 GWh menggunakan 34 modul.

CATL menyebut masa pakai Tener Sodium-Ion sampai 15.000 siklus pada suhu 25 derajat Celsius. Sistem ini diklaim dapat dioperasikan dalam waktu 25 hingga 30 tahun menurut standar kesehatan baterai (State of Health/SOH) 70 persen.

Perusahaan menyampaikan bahwa sistem penyimpanan energi ini memiliki rentang adaptasi suhu luas.

Teknologi dipole wide-temperature memungkinkan sistem mempertahankan lebih dari 92 persen kapasitas pada suhu minus 20 derajat Celsius.

Sistem Tener Sodium-Ion bisa bertahan lebih dari 10.000 siklus pada suhu 45 derajat Celsius tanpa memerlukan insulasi tambahan maupun pendinginan paksa.

Perusahaan mengklaim sistem ini bisa mengurangi gaya ekspansi sel hingga 40 persen, mengurangi pembentukan gas 35 persen, dan mempertahankan suhu permukaan thermal runaway sekitar 200 derajat Celsius, sekitar 60 persen lebih rendah daripada baterai lithium-ion.

Tener Sodium-Ion dirancang tahan terhadap risiko kebakaran maupun ledakan dalam kondisi ekstrem.

Desain ventilasi atas yang dioptimalkan dan sistem pendinginan cair dengan performa tinggi dapat mengurangi konsumsi daya internal dari dua persen menjadi satu persen.

Selain itu, sistem Tener Sodium-Ion beroperasi pada tingkat kebisingan 65 desibel atau 10 desibel lebih rendah daripada peralatan tradisional.

Baca juga: CATL targetkan produksi massal baterai sodium-ion pada 2026

Guna mendukung operasional sistem penyimpanan energi, CATL mengembangkan Sistem Konversi Daya kontrol tegangan dua arah yang dapat beradaptasi dengan baterai ion natrium 1,5–3,65V dan menstabilkan keluaran pada 690V.

Sistem penyimpanan energi CATL yang baru juga diklaim memiliki kemampuan pemulihan mandiri dalam hitungan milidetik, dapat mengisolasi gangguan dan memulihkan daya ke area yang tidak terdampak dalam waktu sekitar 350 milidetik.​​​​​​

Sistem Tener dirancang kompatibel dengan platform penyimpanan energi lithium-ion yang sudah ada, memungkinkan pengintegrasian tanpa desain ulang.

Perusahaan telah membangun rantai pasok baterai natrium-ion dan memiliki kemampuan memproduksi massal material anoda maupun katoda.

CATL menjadwalkan pengiriman perdana sistem Tener Sodium-Ion di pasar China pada September 2026 dengan target pengiriman mencapai 1 GWh hingga akhir tahun.

Perusahaan berencana memasarkan sistem penyimpanan energi tersebut ke pasar global pada 2027.

Baca juga: CATL dominasi pasar baterai EV, pangsa pasarnya 47 persen

Baca juga: CATL resmikan pusat uji penyimpanan energi terbesar dunia di China

Penerjemah: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.