Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) RI Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan Indonesia dan Rusia sudah mulai memperluas penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan bersama untuk mengurangi risiko dari tekanan finansial global.

"Untuk mengurangi risiko tekanan finansial global, kita sudah mulai mengalihkan perdagangan Indonesia dan Rusia dengan mata uang lokal atau mekanisme Local Currency Settlement (LCS) di Indonesia," kata Menperin dalam wawancara bersama RIA Novosti dan RT.

Memperluas pembayaran dengan mata uang nasional dapat memberi dorongan lebih jauh terhadap kerja sama bilateral, kata dia.

"Hal ini, tentu saja, akan memperkuat gagasan bahwa kerja sama antara kedua negara dapat semakin berkembang. Kerja sama ini tentu saja harus seimbang, saling menguntungkan, dan berdasarkan kepentingan nasional masing-masing pihak," ucap Menperin.

Ia pun mengusulkan agar perluasan mekanisme local currency settlement dapat menjadi bagian dalam kesepakatan yang lebih luas lagi antara Jakarta dan Moskow.

"Pada akhirnya, semua ini akan bermuara pada pengaturan yang lebih luas antara Rusia dan Indonesia," ucap dia.

Diketahui, Indonesia menjadi negara mitra resmi untuk agenda pameran industri internasional INNOPROM di Yekaterinburg, Rusia, pada Juli 2026.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Indonesia tegaskan integrasi ekonomi ASEAN-Rusia dalam KTT di Kazan

​​​​​​​Baca juga: Dubes: Bung Karno letakkan fondasi hubungan Indonesia dan Rusia

Baca juga: Menimbang posisi Indonesia di antara Indo-Pasifik dan Eurasia

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.