Tujuan kita adalah mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang kondusif di wilayah Maluku
Ambon (ANTARA) -
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis dalam pelaksanaan Operasi Simpatik Salawaku 2026 dengan tidak melakukan penindakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas selama operasi berlangsung.
“Operasi Simpatik Salawaku 2026 dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis. Personel di lapangan akan memberikan imbauan serta sosialisasi keselamatan berlalu lintas melalui prinsip 3S, yakni senyum, sapa, dan salam. Fokus utama kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, bukan melakukan penindakan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Maluku Kombes Pol Yudi Kristanto, di Ambon, Selasa.
Operasi Simpatik Salawaku 2026 berlangsung selama 10 hari, mulai 22 Juni hingga 1 Juli 2026, dengan fokus pada kegiatan preemtif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Baca juga: Polda Maluku bangun pos pengamanan di Arbes pekuat keamanan wilayah
Ia mengatakan, operasi kali ini tidak berorientasi pada penegakan hukum, melainkan membangun kesadaran dan kedekatan antara Polri dan masyarakat.
Menurut Yudi, kebijakan tersebut sejalan dengan semangat peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengedepankan pelayanan dan kehadiran Polri yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Dalam operasi ini tidak dilakukan tindakan represif. Kami ingin membangun interaksi positif dengan masyarakat sehingga tercipta budaya tertib berlalu lintas yang tumbuh dari kesadaran bersama. Keselamatan pengguna jalan merupakan tanggung jawab kolektif yang harus terus kita bangun,” ujarnya.
Ia berharap melalui pendekatan edukasi tersebut angka pelanggaran dan potensi kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, sekaligus memperkuat budaya keselamatan di jalan raya.
Yudi juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
“Laksanakan tugas dengan dedikasi tinggi, tetap mengedepankan sikap humanis, serta menjaga kesehatan dan keselamatan selama pelaksanaan operasi. Tujuan kita adalah mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang kondusif di wilayah Maluku,” tegasnya.
Baca juga: Penyelundupan merkuri ke Filipina ditambang dari Gunung Botak, Maluku
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, mengatakan Operasi Simpatik Salawaku 2026 merupakan bagian dari upaya Polri membangun budaya keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan yang lebih edukatif dan partisipatif.
“Melalui Operasi Simpatik Salawaku 2026, Polda Maluku ingin mengajak masyarakat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Pendekatan yang kami kedepankan bukan semata-mata penegakan hukum, tetapi bagaimana menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan adalah kebutuhan bersama,” kata Rositah.
Menurut Rositah, momentum menjelang Hari Bhayangkara ke-80 menjadi kesempatan bagi Polri untuk memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat melalui pelayanan yang humanis dan responsif.
“Polri terus bertransformasi untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Edukasi keselamatan, pelayanan yang humanis, dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam mewujudkan kepercayaan publik sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif,” ucapnya.
Polda Maluku juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara, serta menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di seluruh wilayah Maluku.
Baca juga: Polda Maluku Terapkan 8 Asta Siap cegah karhutla jelang El Nino
Pewarta: Winda Herman
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.