Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengusulkan alokasi anggaran penambahan senilai Rp119,09 miliar yang dikonsentrasikan khusus untuk pemenuhan kesenjangan (gap) teknologi observasi serta program rehabilitasi dan rekonstruksi dampak bencana di tiga provinsi Pulau Sumatera.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu, mengatakan tiga wilayah prioritas fungsional penanganan dampak bencana hidrometeorologi serta geologi tersebut meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

"Sektor pemenuhan teknologi observasi penunjang serta percepatan rehab-rekon pascabencana di Sumatera ini menduduki posisi krusial dalam daftar pemetaan skala prioritas belanja kami," kata dia.

Guswanto menjelaskan intervensi anggaran pada tiga provinsi di koridor barat Indonesia tersebut menjadi target yang mendesak guna memulihkan serta memperkuat kembali keandalan rantai pasokan data deteksi dini kebencanaan secara regional.

Pengajuan anggaran khusus Sumatera ini merupakan bagian dari paket formulasi empat skala prioritas utama yang disiapkan BMKG senilai total Rp757,336 miliar, demi menutup sebagian celah kekurangan (backlog) pagu indikatif tahun anggaran 2027.

Selain program mitigasi Sumatera, paket usulan penambahan itu dialokasikan untuk pemenuhan kewajiban pinjaman luar negeri proyek berjalan sebesar Rp361,58 miliar, penguatan kapasitas SDM tata kelola senilai Rp166,6 miliar, serta pengadaan fasilitas teknologi atau cloud chamber senilai Rp110 miliar.

Langkah pengajuan ini ditempuh setelah BMKG hanya menerima pagu indikatif 2027 senilai Rp2,161 triliun berdasarkan Surat Bersama Menkeu dan Bappenas, sementara hitungan kebutuhan ideal lembaga mencapai Rp4,648 triliun sehingga memicu defisit senilai Rp2,48 triliun.

"Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari jajaran pimpinan serta anggota Komisi V DPR RI terhadap usulan tambahan ini, agar keandalan sistem mitigasi kebencanaan di daerah rawan seperti Sumatera dapat kembali pulih secara optimal," ujarnya.

Baca juga: Kemenag mulai bangun MIN 05 Pidie Jaya yang hilang di terjang banjir

Baca juga: Sumbar tanam 1.000 pohon untuk pulihkan lingkungan terdampak bencana

Baca juga: Satgas PRR: Kehidupan warga Aceh pascabencana sudah menuju normal

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.