Moskow (ANTARA) - Kanselir Jerman Friedrich Merz menolak seruan pihak oposisi yang memintanya mengundurkan diri mengikuti Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di tengah tingkat popularitas terendah sepanjang sejarah di kalangan pemilih Jerman.
"Warga tidak lagi mempercayai Anda. Bukankah sudah saatnya untuk mengakhiri aib ini?" tanya Leif-Erik Holm, anggota parlemen dari partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) pada Rabu.
Holm mengingatkan bahwa peringkat persetujuan kanselir di kalangan warga telah jatuh ke titik terendah sepanjang masa, yaitu 16 persen.
Dia kemudian merujuk pada PM Starmer yang baru-baru ini mengumumkan pengunduran dirinya karena penurunan peringkat persetujuan menjadi 19 persen.
Namun Merz menolak seruan itu dan menjawab dengan menyatakan niatnya untuk melanjutkan sebagai Kanselir.
"Rekan yang terhormat, Anda melihat di hadapan Anda sebuah koalisi dan pemerintah federal yang dipimpin oleh saya yang bertekad untuk menyelesaikan masalah negara kita. Kita melakukan ini selangkah demi selangkah – meskipun Anda tidak menyukainya," kata Merz.
Pada tanggal 6 Juni, surat kabar Bild melaporkan, mengutip jajak pendapat INSA, bahwa peringkat Merz mencapai titik terendah sepanjang masa, dengan hanya 15 persen warga Jerman yang puas terhadap kinerjanya.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Starmer dinilai kehilangan dukungan, mundur dari pimpinan Partai Buruh
Baca juga: Pakar: Uni Eropa belum tentu akan terima Inggris kembali
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.