Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya Adies mendorong pentingnya menjaga kualitas pendidikan dalam pelaksanaan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based residency) guna memastikan percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga spesialis tanpa mengurangi mutu lulusan.
Menurut Adela, program tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemerataan dokter spesialis di berbagai daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan.
"Saya melihat tujuan dari program spesialis berbasis rumah sakit ini sangat baik, terutama untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah. Saya sangat mengapresiasi semangat besar di balik kebijakan ini," ujar Adela dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama sejumlah kementerian di Jakarta, Selasa (23/6), Adela menilai keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan rumah sakit pendidikan, terutama dalam menyediakan tenaga pendidik klinis dan pembimbing yang kompeten.
Baca juga: Kemdiktisaintek setujui 160 program pendidikan dokter spesialis
Menurut dia, kualitas pendidikan dokter spesialis tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga proses pembelajaran klinis yang berlangsung di lapangan.
"Pendidikan dokter spesialis sangat bergantung pada proses pembelajaran di lapangan, termasuk paparan terhadap berbagai jenis kasus. Ini harus terus dipastikan agar kompetensi lulusan tetap terjaga," katanya.
Adela menegaskan pemerintah perlu memastikan peserta didik memperoleh pengalaman klinis yang memadai dan beragam, termasuk penanganan kasus dengan tingkat kompleksitas berbeda, agar kompetensi dokter spesialis yang dihasilkan tetap sesuai standar.
Selain menjaga kualitas pendidikan, ia juga mendorong agar program tersebut benar-benar diarahkan untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis di berbagai wilayah Indonesia.
"Menekankan agar program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah yg kekurangan," ujar dia.
Baca juga: Menkes: Pemerintah berupaya akselerasikan kompetensi dokter spesialis
Menurut Adela, percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga mutu pendidikan karena keduanya menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
"Jangan sampai semangat mempercepat pemenuhan dokter spesialis justru mengurangi kualitas pendidikan yang selama ini menjadi fondasi utama pelayanan kesehatan. Kualitas lulusan harus tetap menjadi prioritas," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan lulusan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit kembali mengabdi di daerah yang membutuhkan agar tujuan pemerataan layanan kesehatan dapat tercapai secara optimal.
Baca juga: Mendiktisaintek resmikan 24 prodi kedokteran spesialis di Muhammadiyah
Baca juga: Kemenkes siapkan insentif dan hunian untuk pemerataan spesialis di 3T
Baca juga: KPK rekomendasikan enam poin untuk tata kelola dokter spesialis
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.