Ulsan (ANTARA) - Dua awak kapal penangkap ikan asal Indonesia hilang pada Kamis setelah kapal tersebut terbalik di perairan lepas pantai tenggara kota pelabuhan Busan, kata otoritas maritim.
Kapal penangkap ikan seberat 79 ton itu terbalik setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut gas minyak cair (LPG) seberat 992 ton pada pukul 10.10 pagi waktu setempat (08.10 WIB), menurut Penjaga Pantai Ulsan.
Tabrakan tersebut melemparkan kedelapan awak kapal -- dua warga Korea Selatan dan enam warga Indonesia -- ke laut.
Kapal pengangkut LPG berhasil menyelamatkan enam awak kapal, tetapi dua warga negara Indonesia, keduanya berusia 30-an, masih belum ditemukan.
Penjaga Pantai mengerahkan kapal patroli, helikopter, dan peralatan lainnya untuk mencari keduanya, menurut para pejabat.
Sementara itu, salah seorang dari mereka yang diselamatkan dilaporkan dalam kondisi kritis.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung segera memerintahkan pengerahan semua sumber daya yang tersedia untuk menyelamatkan mereka yang hilang dan menangani dampak kecelakaan tersebut, kata seorang pejabat kepresidenan.
Lee mengeluarkan perintah tersebut setelah menerima penjelasan singkat tentang kecelakaan itu, kata juru bicara kepresidenan Kang Yu-jung.
Sumber: Yonhap-OANA
Baca juga: KSOP Batam: 8 awak kapal selamat dari kapal tenggelam di Selat Malaka
Baca juga: KSOP Batam selamatkan 9 awak kapal MV Golden Star 1 yang tenggelam
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.