Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief meninjau perkembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Provinsi Riau sebagai bahan usulan dalam RAPBN 2027.

Dalam kunjungannya ke Pusat Layanan Terpadu Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT UMKM) dan Riau Creative Hub, Hendry menerima banyak masukan dan usulan terkait kondisi ekraf di provinsi tersebut seperti keterbatasan anggaran dan minim fasilitas.

"Hasil kunjungan ini jadi materi penting untuk pengusulan dari Riau dalam RAPBN 2027," kata Hendry dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis.

Hendry mengawali kunjungan ke PLUT UMKM dan Riau Creative Hub pada Rabu (24/6).

Kunjungan tersebut bagian dari penelusuran sektor mana saja yang dapat dikembangkan inovasi dan program sekaligus melihat apa saja persoalan yang terjadi di lapangan.

Sementara, Kepala PLUT UMKM Provinsi Riau Tresiana Anom Sari saat mendampingi kunjungan menyebut peran besar PLUT UMKM dalam pembinaan dan pengembangan sektor UMKM di Riau.

Menurut dia, selama ini PLUT jadi tulang punggung pemerintah dalam mengawal pengembangan produk-produk UMKM.

"Respons pelaku UMKM sangat baik, mereka butuh bimbingan dan pendampingan. Namun, saat ini PLUT UMKM mengalami dinamika birokrasi karena para pendamping selama yang diangkat oleh pemerintah ditugaskan di sektor lain sehingga kesulitan dalam melakukan pembinaan," ujar Tresiana.

Dia juga menyebut ada alasan teknis lainnya seperti lokasi kantor PLUT yang tidak di pusat keramaian atau jalan besar hingga keterbatasan anggaran dan fasilitas.

Menanggapi hal itu, Hendry menyampaikan pihaknya mulai dapat menginventarisir persoalan-persoalan pembinaan UMKM di Riau. Sejumlah masukan dari lembaga terkait akan dijadikan materi yang akan diperjuangkan di Senayan nantinya.

"Kami juga mau mengusulkan beberapa PLUT UMKM di kabupaten di Provinsi Riau. Catatan dari Bu Tresiana jadi pertimbangan agar PLUT yang akan dibentuk jauh lebih baik dari sekarang," ucap Hendry.

Kunjungan berikutnya ke Riau Creative Hub (RCH) yang dikelola oleh Disparekraf Provinsi Riau.

Dalam kunjungan itu, Hendry meninjau fasilitas dan ruang kreasi yang dimiliki RCH seperti ke bioskop mini, seni pertunjukan, mural, fotografi, studio rekaman, ruang animasi, perfilman, musik, desain fesyen, seni tari, gim atau esport, dan seni rupa.

Sedangkan, Sekretaris Disparekraf Ade Yudistira menyampaikan bahwa respons pelaku kreatif mulai tumbuh positif karena RCH ini masih baru.

Ia mengatakan bahwa sudah banyak komunitas dan pelaku ekraf yang dibina oleh RCH Provinsi Riau. Sejumlah hasil kreatifitas pun sudah masuk pasar dan berdiri sendiri.

"Namun, karena RCH ini masih baru, maka masih banyak fasilitas yang belum ada. Kita harapkan bapak Hendry Munief dapat membantu mengusulkan ke Kementerian Ekraf nantinya," kata Ade.

Hendry menanggapi bahwa sektor ekraf menjadi alternatif terbaik dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Meski terbilang baru, sektor ini diharapkan dapat menjadi inkubator dan promotor atas tumbuhnya ekraf di Riau.

"Provinsi Riau jadi satu-satunya provinsi yang memiliki creative hub. Itu diakui oleh Menteri Ekraf dan beliau mengakui akan memberikan perhatian penuh terhadap Riau Creative Hub," ujar Hendry.

Dia menyampaikan karena RCH akan menjadi percontohan creative hub tingkat provinsi, Komisi VII DPR RI akan berusaha memfasilitasi Pemprov Riau dengan Kementerian Ekraf dan lainnya sehingga RCH ini makin bertumbuh dan menjadi kebanggaan warga Riau.

Baca juga: Anggota DPR sinkronkan program di daerah jelang penetapan RAPBN 2027

Baca juga: Anggota DPR luncurkan buku abadikan pengabdian bawa suara rakyat Riau

Baca juga: Anggota DPR dorong dukungan pemerintah bagi industri film

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.