Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menggandeng Kementerian Perdagangan, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menghadirkan program BINA (Gerakan Belanja di Indonesia Aja) Holiday & Back to School 2026.

Program yang menawarkan diskon hingga 50 persen selama periode libur sekolah tersebut, menurut Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya merupakan bagian dari kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" guna mendorong konsumsi domestik sekaligus meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara.

"Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Perdagangan, HIPPINDO, dan APPBI meluncurkan BINA Holiday & Back to School 2026 sebagai upaya mendorong konsumsi domestik dan pergerakan wisatawan selama periode libur sekolah," kata Nia dalam konferensi pers kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Kemenpar sebut musik dan ajang olahraga bisa mendatangkan wisatawan

Wisata belanja, kata dia, dapat menjadi instrumen untuk memperluas dampak ekonomi sektor pariwisata karena tidak hanya menggerakkan pusat perbelanjaan, tetapi juga sektor ritel, UMKM, kuliner, dan ekonomi kreatif di berbagai destinasi.

"Ketika kita berbelanja, tidak hanya manfaatnya secara sektor pariwisata, tapi juga untuk retail, UMKM. Orang Indonesia kalau datang ke suatu tempat pasti mencari makanan dan produk khas daerah setempat," ujarnya.

Program BINA Holiday & Back to School 2026 melibatkan 800 merek, sekitar 80.000 gerai, serta 414 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi.

Baca juga: Kemenpar bidik 1,18 miliar perjalanan wisnus lewat berbagai kampanye

Selain menghadirkan berbagai potongan harga, program tersebut juga menawarkan beragam aktivitas yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan selama musim liburan.

Nia mengatakan kampanye #DiIndonesiaAja mendorong masyarakat untuk berlibur di dalam negeri dengan memanfaatkan berbagai pilihan destinasi dan aktivitas wisata yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan sesuai dengan anggaran masing-masing.

Baca juga: Kemenpar ajak berwisata lewat "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja"

Ia menambahkan peningkatan pergerakan wisatawan nusantara diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha di daerah.

"Kami ingin memperkuat pergerakan wisatawan nusantara sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui berbagai bentuk kolaborasi," kata Nia.

Baca juga: Kemenpar: Bebas Visa Kunjungan dapat dongkrak kedatangan wisman

Baca juga: Kemenpar RI harapkan rute Spring Airlines dongkrak wisatawan China

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.