Roma (ANTARA) - Gelombang panas luar biasa yang melanda Eropa mulai berdampak terhadap ruang gawat darurat di Italia, dengan jumlah kunjungan naik sebesar 10-15 persen di kota-kota besar, menurut pejabat kesehatan pada Jumat.
"Kami dapat memperkirakan lonjakan kunjungan ruang gawat darurat sebesar 10-15 persen di kota-kota besar," kata Presiden Perhimpunan Dokter Gawat Darurat Italia (Simeu), Alessandro Riccardi.
Ia juga mengklarifikasi bahwa, untuk saat ini "peningkatan kunjungan masih belum signifikan dan tidak perlu khawatir".
Menurutnya, kunjungan ini terutama menyangkut kaum lansia, tetapi juga meliputi orang-orang dengan kondisi kesehatan mental.
Riccardi memperingatkan bahwa kekurangan staf medis dan perawat di ruang gawat darurat juga berdampak di tengah kondisi suhu yang jauh di atas rata-rata.
Sumber: ANSA
Baca juga: Gelombang panas di Italia tewaskan 5 orang, 18 kota siaga penuh
Baca juga: Spanyol catat 212 kematian terkait cuaca panas sejak 21 Juni
Baca juga: Gelombang panas picu pemadaman listrik 68.000 rumah di Prancis
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.