Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata memasifkan promosi destinasi-destinasi ramah Muslim ke wisatawan mancanegara melalui berbagai event hingga pameran pariwisata.

"Kami jajarannya (Kementerian Pariwisata) diminta juga untuk gencar melakukan promosi termasuk di dalamnya itu bidding dan sales mission di luar untuk mengajak in house-in-house di sana untuk melakukan event maize di sini," kata Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenpar Vinsensius Jemandu saat ditemui ANTARA di Jakarta, Jumat.

Vinsensius mengatakan promosi tersebut dilakukan seperti dalam ajang pameran pariwisata International Islamic Expo 2026 untuk meningkatkan ekosistem wisata MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). khususnya yang terkait dengan wisata halal.

Dia menambahkan pameran itu diikuti sekitar 18 asosiasi dalam industri pariwisata, 80 ekshibitor domestik dan 46 eksihibitor dari 16 negara lain. Kali ini, Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah kunjungan mencapai sekitar 18 ribu kunjungan dan perputaran ekonomi sebesar Rp115 miliar.

Baca juga: Kemenpar perkuat hadirnya produk halal di destinasi wisata

Dalam acara itu Kementerian Pariwisata menghadirkan berbagai penawaran wisata menarik mulai dari destinasi-destinasi yang sedang dikembangkan menjadi wisata ramah Muslim, akomodasi dan atraksi wisata lainnya.

Sejumlah destinasi yang disebutnya ramah Muslim dan dihadirkan dalam pameran yakni Sumatera Barat, Lombok, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur hingga Sulawesi Selatan.

Menurutnya salah satu kriteria suatu tempat disebut ramah Muslim yakni kesiapan destinasi dan akomodasi di sana dalam memberikan kejelasan bahwa berbagai produk makanan, minuman atau barang yang dihadirkan untuk wisatawan terjamin kehalalannya.

"Ada banyak hal, bukan saja hal kuliner, tetapi juga fasilitas-fasilitas yang membuat wisatawan ramah Muslim itu menjadi nyaman.Saya kira di akomodasi ada extended service, bahwa hotel-hotel juga sebetulnya bisa menyambut dan menyiapkan tempat bagi mereka untuk bisa melakukan ibadah dan juga kewajiban-kewajiban sebagai muslim yang baik," tambahnya.

Baca juga: Kemenpar usulkan bebas visa kunjungan berdasarkan tiga indikator

Dalam hal ini, dia membeberkan bila Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sangat menaruh perhatian terhadap pengembangan destinasi ramah Muslim yang menyajikan pengalaman nyaman dan aman bagi wisatawan yang berkunjung.

Terlebih Indonesia baru saja naik ke peringkat kedua dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 sebagai destinasi ramah muslim di dunia. Naik tiga peringkat dari tahun 2025 yang menduduki posisi kelima.

"Kita ini kan negara populasi Muslim terbesar di dunia, oleh itu kami di jajarannya sudah didorong oleh Ibu Menteri untuk terus mempromosikan destinasi-destinasi yang ramah Muslim dan juga mempersiapkan juga extended service, sehingga wisata Muslim ini dapat pengalaman baik dan juga wisatawannya merasa nyaman dan aman. Itu yang diharapkan oleh Ibu Menteri," katanya.

Hal ini menjadi semangat baru bagi Kementerian Pariwisata untuk terus mengembangkan destinasi ramah Muslim yang berkualitas bagi wisatawan serta mengalahkan Malaysia yang kini menduduki posisi pertama dalam GMTI 2026.

Baca juga: Kemenpar bidik 1,18 miliar perjalanan wisnus lewat berbagai kampanye

Baca juga: Menpar sebut desa wisata berkontribusi pada ekonomi pariwisata

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.