Brussel (ANTARA) - Jerman menghadapi gelombang panas bersejarah karena suhu mencapai 41,3 derajat Celsius di kota Saarbrucken di barat daya, sebuah angka yang dapat mencetak rekor nasional baru jika resmi dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi Jerman (DWD), Jumat (26/6).

Suhu ekstrem diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang, dengan para ahli meteorologi memperingatkan bahwa beberapa wilayah dapat mengalami peningkatan suhu yang lebih tinggi, berpotensi melampaui 42 derajat Celsius selama akhir pekan, menurut stasiun televisi ZDF.

DWD mengeluarkan peringatan tentang tekanan panas yang parah hingga ekstrem di sebagian besar wilayah negara, terutama memengaruhi lansia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasar.

"Panas, bersama dengan polutan udara, kini menjadi salah satu risiko kesehatan lingkungan yang paling signifikan di Jerman dan di seluruh dunia," kata Alexandra Schneider, kepala kelompok penelitian Risiko Lingkungan.

Panas yang belum pernah terjadi sebelumnya telah mengganggu kehidupan di seluruh Jerman, memaksa pembatalan festival dan acara luar ruangan karena pihak berwenang mendesak warga untuk menghindari paparan sinar matahari yang berkepanjangan dan tetap terhidrasi.

Layanan transportasi juga telah terpengaruh. Di dekat Bonn, sebuah kereta regional yang membawa sekitar 475 penumpang harus dievakuasi setelah kerusakan teknis menyebabkan kereta tersebut terhenti karena sistem pendingin udara yang tidak berfungsi.

Polisi federal mengatakan dua penumpang mengalami masalah peredaran darah akibat panas, satu di antaranya dibawa ke rumah sakit, sementara yang lain mengalami luka ringan selama evakuasi.

Pihak berwenang juga menutup kubah dan teras atap gedung Reichstag untuk pengunjung selama akhir pekan, sebagai tindakan pencegahan.

DWD mengatakan badai petir terisolasi dapat terjadi pada Jumat, dengan risiko cuaca buruk meningkat selama akhir pekan karena gelombang panas terus melanda negara tersebut.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Gelombang panas sebabkan kunjungan ruang gawat darurat di Italia naik

Baca juga: Gelombang panas di Italia tewaskan 5 orang, 18 kota siaga penuh

Baca juga: Reaktor nuklir Swiss dimatikan seiring menghangatnya Sungai Aare

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.