Pontianak (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Sudaryono meminta seluruh pabrik kelapa sawit membeli tandan buah segar (TBS) petani sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah guna memastikan tingginya harga minyak sawit mentah (CPO) yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan petani.
"Harga CPO sedang tinggi, harga sawit juga tinggi. Karena itu, TBS tidak boleh dibeli di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah. Harga tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah daerah, pabrik kelapa sawit, dan petani," kata Sudaryono saat melantik Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Barat di Pontianak, Minggu.
Menurut dia, kepatuhan perusahaan terhadap harga TBS yang telah ditetapkan pemerintah menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan rantai usaha perkebunan sawit sekaligus meningkatkan pendapatan petani sebagai pelaku utama sektor tersebut.
Sudaryono menegaskan pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada petani sehingga peningkatan harga komoditas global tidak hanya dinikmati industri, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.
"Intinya, di era Presiden Prabowo, petani tidak boleh tidak sejahtera. Petani harus sejahtera," ujarnya.
Baca juga: Apkasindo: Ganoderma dan anjloknya harga TBS ancam sawit rakyat
Baca juga: Mentan surati Kapolri tindak pabrik yang turunkan harga TBS sawit
Ia menambahkan pemerintah terus memperkuat kemandirian pangan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mulai menghentikan impor sejumlah komoditas strategis seperti beras, jagung, dan gula sejak 2025.
Menurut Sudaryono, pengurangan ketergantungan terhadap impor harus diiringi dengan penguatan sektor pertanian dan perkebunan, termasuk memastikan petani memperoleh harga yang adil atas hasil produksinya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan yang baru dilantik sebagai Ketua DPD HKTI Kalbar menyatakan organisasi tersebut akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Norsan mengatakan HKTI akan fokus mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta menghadirkan inovasi dan solusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian di Kalimantan Barat.
"Mari kita bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani di Kalimantan Barat," katanya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat tani untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Pelantikan DPD HKTI Kalimantan Barat tersebut dirangkaikan dengan kegiatan jalan sehat dan gelar pangan murah yang diikuti ribuan masyarakat sebagai bentuk pendekatan organisasi kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok di daerah.
Baca juga: Mentan: 90 persen perusahaan sawit naikkan harga TBS tingkat petani
Baca juga: Prabowo panggil Mentan Amran bahas harga TBS sawit sempat turun
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.